Ortu Minta Polisi Tahan Guru Ngaji di Probolinggo yang Banting Murid

Ortu Minta Polisi Tahan Guru Ngaji di Probolinggo yang Banting Murid

M Rofiq - detikJatim
Jumat, 27 Mar 2026 20:45 WIB
Sulaiman, ayah korban penganiayaan guru ngaji di Kota Probolinggo
Sulaiman, ayah korban penganiayaan guru ngaji di Kota Probolinggo (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Kasus penganiayaan terhadap MFR (9) yang dianiaya guru ngajinya di Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo masuk tahap pemeriksaan. Terlapor, SLH kini telah diperiksa.

"Ini sekarang terlapor sedang diperiksa. Dia datang memenuhi panggilan sekitar pukul 09.00 WIB dan sampai sekarang masih belum selesai pemeriksaannya," kata ayah korban, Sulaiman, Jumat (27/3/2026).

Ia berharap penyidik segera mengambil langkah tegas terhadap terlapor, termasuk melakukan penahanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan saya sebagai orang tua, pelaku harus ditahan sekarang. Saya tidak kuat melihat video anak saya diperlakukan seperti itu. Orang tua mana yang rela anaknya dibanting seperti itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sulaiman juga mengungkapkan kondisi psikologis anaknya saat ini masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

"Sekarang kondisi anak saya jadi ketakutan kalau bertemu orang, tidak mau keluar rumah, bahkan tidak mau mengaji lagi. Mungkin karena ustad yang membantingnya belum ditahan," tambahnya.

Korban sendiri sebelumnya juga telah menjalani pemeriksaan penyidik dengan pendampingan psikolog yang didatangkan oleh Polda Jawa Timur guna memastikan kondisi mental korban tetap terjaga selama proses hukum berlangsung.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video dugaan penganiayaan tersebut beredar luas dan memperlihatkan korban dibanting oleh terduga pelaku di dalam ruangan musala tempat korban belajar mengaji.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami perkara dengan memeriksa terlapor, korban, serta sejumlah saksi untuk melengkapi alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video penganiayaan beredar dan memperlihatkan korban dibanting oleh terduga pelaku di dalam ruangan musala tempat korban belajar mengaji.

Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, korban, serta saksi-saksi untuk melengkapi alat bukti sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads