Penemuan jasad perempuan bertato di pinggir jalur pantura Pasuruan menggegerkan warga. Kondisinya yang mengenaskan serta tanpa identitas membuat kasus ini diselimuti misteri sejak awal ditemukan.
Seiring penyelidikan berjalan, polisi mulai mengungkap sejumlah fakta penting. Dari dugaan kekerasan hingga hasil autopsi, terkuak indikasi kuat bahwa korban bukan meninggal secara wajar.
Berikut Sederet Fakta-faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ditemukan di Rawa Saat Warga Memancing
Jasad korban pertama kali ditemukan warga yang hendak memancing di area rawa-rawa Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, pada Senin sore. Temuan ini langsung memicu kepanikan karena kondisi tubuh korban sudah membusuk serta sulit dikenali. Polisi yang menerima laporan segera melakukan evakuasi dan identifikasi awal untuk mengungkap kasus tersebut.
"Korban masih dj RSUD dr R Soedarsono untuk proses autopsi dan identifikasi," kata Ipda Kris Hartanto, petugas kepolisian Polres Pasuruan Kota, Selasa (24/3/2026).
2. Kondisi Jasad Mengenaskan dan Tanpa Identitas
Korban ditemukan mengenakan daster robek tanpa pakaian dalam, dengan kondisi tubuh yang nyaris membusuk sehingga menguatkan dugaan adanya kekerasan sebelum kematian, sementara tidak ditemukan identitas apapun yang bisa membantu proses pengenalan korban. Warga sekitar pun memastikan tidak ada yang mengenali sosok perempuan tersebut.
"Warga tidak ada yang kenal," ujar Ketua RT setempat, Wujud.
3. Ciri Khusus Tato di Kaki Kiri
Dalam proses identifikasi, polisi menemukan ciri khusus berupa tato di kaki kiri korban yang diharapkan dapat membantu mengungkap identitasnya, sehingga masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera melapor ke pihak berwajib. Namun hingga saat ini, belum ada laporan yang cocok dengan ciri tersebut.
"Ciri-ciri ada tato di kaki sebelah kiri," terang Wujud.
4. Dipindah ke RS Bhayangkara untuk Autopsi Lanjutan
Setelah pemeriksaan awal, jenazah dipindahkan ke Instalasi Forensik Kedokteran RS Bhayangkara Porong guna menjalani autopsi lebih mendalam, sementara polisi memastikan proses identifikasi terus dilakukan meski belum ditemukan petunjuk identitas korban. Hasil awal juga menunjukkan adanya kerusakan pada bagian tubuh korban.
"Jenazah dibawa ke Instalasi Forensik Kedokteran RS Bhayangkara Porong untuk diautopsi," kata Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Muhammad Junaidi, Selasa (24/3/2026).
5. Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Pembunuhan
Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah tanda kekerasan serius pada tubuh korban seperti retak tulang kepala, pendarahan otak, hingga patah tulang rusuk yang mengarah kuat pada dugaan pembunuhan, sekaligus memperkuat bahwa korban meninggal akibat kekerasan tumpul. Polisi juga menyebut korban diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
"Ada resapan darah pada kulit kepala. Ada retak pada tulang dahi kanan kurang lebih 5 sentimeter," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga.
"Kesimpulan sebab kematian akibat kekerasan tumpul pada kepala sehingga menyebabkan pendarahan sehingga mati lemas," terang Dhecky.
Simak Video "Video Kuasa Hukum: ASN yang Tewas dalam Mobil di Juanda Tak Punya Konflik"
[Gambas:Video 20detik]
(ihc/hil)
