Teka-teki Mayat Perempuan Bertato di Bawah Tower Pasuruan

Round Up

Teka-teki Mayat Perempuan Bertato di Bawah Tower Pasuruan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 25 Mar 2026 08:00 WIB
Mayat bertato di Pasuruan
Penemuan mayat bertato di Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)
Pasuruan -

Penemuan mayat perempuan bertato di pinggir jalur pantura Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, menggemparkan warga. Kondisi jasad yang mengenaskan serta identitas yang belum terungkap membuat kasus ini penuh misteri.

Awalnya, warga menemukan jasad tersebut saat hendak memancing di area rawa-rawa pada Senin (23/3/2026) sore. Namun, seiring penyelidikan berjalan, fakta demi fakta mulai terungkap, termasuk dugaan kuat adanya unsur kekerasan hingga mengarah pada pembunuhan.

Mayat perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 35 tahun itu ditemukan dalam kondisi nyaris membusuk. Saat ditemukan, korban mengenakan daster yang sudah robek dan tanpa pakaian dalam, menambah dugaan adanya tindak kekerasan sebelum kematian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi awal. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit guna menjalani autopsi.

ADVERTISEMENT

"Korban masih dj RSUD dr R Soedarsono untuk proses autopsi dan identifikasi," kata Ipda Kris Hartanto, petugas kepolisian Polres Pasuruan Kota, Selasa (24/3/2026).

Ketua RT setempat, Wujud, memastikan tidak ada warga yang mengenali sosok korban. "Warga tidak ada yang kenal," ujarnya.

Polisi pun mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor. Dari ciri fisik, korban diketahui memiliki tato di kaki kiri.

"Ciri-ciri ada tato di kaki sebelah kiri," terangnya.

Selanjutnya, jenazah dipindahkan ke Instalasi Forensik Kedokteran RS Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat itu, identitas korban masih belum diketahui.

"Jenazah dibawa ke Instalasi Forensik Kedokteran RS Bhayangkara Porong untuk diautopsi," kata Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Muhammad Junaidi, Selasa (24/3/2026).

Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kerusakan pada bagian tubuh korban, tepatnya di pipi sebelah kanan.

"Untuk mengetahui sebab-sebab kematian masih menunggu hasil autopsi. Tidak ditemukan identitas apapun pada jenazah," pungkasnya.

Perkembangan signifikan terungkap setelah hasil autopsi keluar. Satreskrim Polres Pasuruan Kota menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban yang menguatkan dugaan pembunuhan.

"Ada resapan darah pada kulit kepala. Ada retak pada tulang dahi kanan kurang lebih 5 sentimeter," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga.

Selain itu, ditemukan pendarahan pada otak serta patah tulang rusuk bagian depan kiri. Bahkan, terdapat sumbatan pada pembuluh darah koroner sebesar 50-60 persen.

"Kesimpulan sebab kematian akibat kekerasan tumpul pada kepala sehingga menyebabkan pendarahan sehingga mati lemas," terang Dhecky.

Meski penyebab kematian mulai terkuak, identitas korban hingga kini masih menjadi teka-teki. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga delapan hari sebelum ditemukan.

"Kami imbau warga yang kehilangan anggota keluarga segera melapor," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads