Pencurian besi pelindung tiang pancang Suramadu terungkap. Tujuh orang diamankan diduga komplotan nelayan yang berasal dari Gresik dan Bangkalan.
Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan Satpolairud Polres Bangkalan menangkap 7 nelayan di dalam perahu yang dipenuhi barang bukti.
Diketahui, dari 7 pelaku 5 di antaranya adalah warga Gresik berinisial A (26), MS (34), F (30), B (33), dan HT (32). Sedangkan 2 lainnya warga Bangkalan berinisial M (42) dan AR (42).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat dilakukan pemeriksaan di atas perahu, petugas menemukan empat balok besi anti karat pelindung tiang pancang Suramadu. Masing-masing balok diketahui memiliki berat sekitar 120 kilogram," ujar Agung, Minggu (15/3/2026).
Sebelumnya, pencurian besi pelindung tiang pancang di Jembatan Suramadu ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas perahu nelayan di bawah Jembatan Suramadu pada dini hari.
"Masyarakat melaporkan aktivitas perahu nelayan sekitar jam 3 dini hari dibawah jembatan Suramadu," kata Agung.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas Satpolairud langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan. Namun, para pelaku diduga telah mengetahui kedatangan petugas sehingga mereka menghentikan aksi dan mencoba kabur.
Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan perahu yang digunakan para pelaku.
Selain barang bukti besi pelindung tiang pancang, di dalam perahu polisi juga mengamankan 7 orang diduga nelayan pelaku pencurian serta sejumlah peralatan yang digunakan dalam aksi pencurian untuk dijadikan barang bukti.
"Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit perahu bermesin, empat balok besi pelindung tiang pancang, satu unit crane kapasitas lima kuintal berwarna oranye, satu set kompresor, serta lima unit telepon genggam," tambahnya.
Selanjutnya, para pelaku beserta barang bukti dibawa ke Dermaga Satpolairud Polres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus itu saat ini telah dilimpahkan ke unit Reskrim Polres Bangkalan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut.
"Petugas tengah melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan. " tandasnya.
(ihc/dpe)











































