Ngabuburit Mau Balap Liar di Suramadu, 15 Motor Diamankan Polisi

Ngabuburit Mau Balap Liar di Suramadu, 15 Motor Diamankan Polisi

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 14 Mar 2026 14:47 WIB
15 motor disita Diduga terlibat aksi balap liar saat ngabuburit
(Foto: Istimewa)
Surabaya -

Belasan pemuda diamankan polisi saat ngabuburit di kawasan sekitar Jembatan Suramadu. Mereka diduga hendak melakukan aksi balap liar jelang waktu berbuka puasa.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Syafudin Rodji mengatakan pihaknya bersama personel Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polsek Kenjeran langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas tersebut.

Setelah menerima laporan, petugas segera menuju lokasi dan membubarkan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan balap liar di depan Terminal Bus Suroboyo, Jalan HM Noer Surabaya, di sekitar kawasan Suramadu, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 15 unit sepeda motor diamankan dan dibawa ke Polsek Kenjeran," kata Imam saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (14/3/2026).

Imam menyebutkan, saat itu terdapat puluhan remaja yang datang ke lokasi dengan membawa sepeda motor. Namun ketika mengetahui kedatangan petugas, mereka langsung membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, petugas yang melakukan penertiban berhasil mengamankan 15 unit sepeda motor beserta pengendaranya. Mereka kemudian dibawa ke Polsek Kenjeran untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Mereka kami amankan diduga hendak balap liar di lokasi. Kami lakukan penertiban di lokasi," ujarnya.

Saat berada di Polsek Kenjeran, para remaja tersebut diberikan pembinaan. Berdasarkan pengakuan mereka, sebelum petugas datang mereka belum sempat memulai kegiatan balap liar di lokasi tersebut.

"Hingga saat ini masih kami lakukan pembinaan," imbuhnya.

Imam menambahkan, pengendara yang dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan diperbolehkan membawa pulang sepeda motornya. Sementara bagi yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi diminta untuk melengkapinya terlebih dahulu.

"Kami panggil orang tuanya dan kami minta remaja ini meminta maaf pada orang tuanya. Setelah itu baru kami perbolehkan pulang," tutupnya.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads