Komplotan Spesialis Bobol Sekolah di Ponorogo Dibekuk!

Komplotan Spesialis Bobol Sekolah di Ponorogo Dibekuk!

Charolin Pebrianti - detikJatim
Jumat, 27 Feb 2026 20:00 WIB
Wakapolres Ponorogo saat konferensi pers maling bobol sekolah
Wakapolres Ponorogo saat konferensi pers maling bobol sekolah (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Aksi pencurian yang menyasar sejumlah sekolah di Ponorogo akhirnya terungkap. Tiga terduga pelaku berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Ponorogo bersama Satreskrim Polres Madiun.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial END, UM dan BD. Dua pelaku diproses di Polres Ponorogo, sedangkan satu lainnya ditangani Polres Madiun.

Wakapolres Ponorogo Kompol Try Widyanto Fauzal mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan atas laporan sejumlah sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah dua hari lalu dilakukan penangkapan terduga pelaku pencurian sekolah di Ponorogo," ujar Try, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, para pelaku menyasar sejumlah sekolah di wilayah Bumi Reog. Di antaranya SMPN 1 Pulung, SDN 2 Maguwan Sambit, SMPN 1 Badegan, SDN 2 Gundik Slahung hingga SMKN 2 Ponorogo.

ADVERTISEMENT

"Dua terduga pelaku yang kami amankan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk membuat perkara ini terang benderang," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menambahkan, para pelaku ditangkap di sebuah rumah kos di wilayah Madiun. Penangkapan dilakukan tak lama setelah mereka diduga kembali beraksi.

"Ditangkap di Madiun, sesaat setelah beraksi di wilayah Kabupaten Madiun. Kami berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Madiun untuk mengamankan para pelaku," terang Imam.

Rangkaian pencurian ini bermula dari kasus di SMPN 1 Pulung pada 15 Desember 2025. Dalam kejadian tersebut, uang sebesar Rp 180 juta yang tersimpan di brankas ruang kepala sekolah raib digondol pelaku.

Selanjutnya, pada 30 Januari 2026, SDN 2 Maguwan Sambit yang berada di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek turut menjadi sasaran. Sekolah kehilangan tiga unit laptop, dua milik sekolah dan satu milik pribadi, serta uang tunai Rp 1 juta.

Aksi berlanjut di SMPN 1 Badegan pada 4 Februari 2026 dengan kerugian uang dalam brankas sebesar Rp 5,7 juta. Kemudian pada 12 Februari 2026, SDN 2 Gundik Slahung juga dibobol, meski hanya uang Rp 20 ribu yang dilaporkan hilang.

Terakhir, pelaku menyasar SMKN 2 Ponorogo pada 14 Februari 2026. Sejumlah ruangan diacak-acak dan sekolah mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 66 juta.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku di lokasi lain serta menelusuri aliran dana hasil kejahatan tersebut.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads