Miris Balita di Surabaya Kerap Diberi Makanan Kucing oleh Paman-Bibi

Miris Balita di Surabaya Kerap Diberi Makanan Kucing oleh Paman-Bibi

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 11:15 WIB
Kondisi kamar kos tempat balita di Surabaya disiksa paman dan bibi
Kondisi kamar kos tempat balita di Surabaya disiksa paman dan bibi/Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim
Surabaya -

Aksi penyiksaan yang dilakukan Ufa Fahrul Agusti (30) warga Lamongan dan Sellyna Adika Wahyuni (26) warga Surabaya terhadap keponakannya KRN (4), benar-benar biadab. Selain penyiksaan dan penelantaran, KRN kerap diberi makanan kucing saat lapar.

Hal itu terungkap saat Dandi, ayah kandung KRN mengambil barang milik putrinya di kamar kos para pelaku. Saat berada di sana, ia mendapat aduan dari tetangga kos bahwa KRN kerap diberi makanan kucing ketika minta jajan.

"Pas saya tanya anak saya, dia (KRN) mengatakan iya (diberi makanan kucing). Katanya malah sering makan bareng kucing peliharaannya adik saya," kata Dandi, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, Dandi menambahkan KRN juga bercerita, pernah suatu hari ketika KRN meminta makan karena lapar kepada Sellyna, namun tidak diberikan. Kepada KRN, Sellyna bahkan menyuruhnya memakan pasir di tempat kotoran kucing.

ADVERTISEMENT

"Sampai anak saya itu makan pasir kotoran kucing. Saya gak menyangka adik saya itu kayak iblis," tambahnya.

Selain sering kelaparan, lanjut Dandi, tangan KRN juga pernah diikat dengan posisi terangkat selama empat hari sebelum akhirnya ditolong warga. Bahkan ketika menangis, mulut KRN disumpal kain agar tetangga tidak mendengar.

"Pas saya ambil di Polrestabes itu, anak saya kesakitan ketika tangannya di turunkan. Ketika saya tanya, ternyata diikat oleh suami dan adik saya dengan posisi kedua tangan terangkat," tuturnya.

Dandi pun sangat bersyukur ketika para tetangga kos di Bangkingan telah menyelamatkan putri semata wayangnya. Ia tak bisa membayangkan jika warga terlambat menyelamatkan KRN dari siksaan para pelaku.

"Kalau terlambat, anak saya bisa meninggal. Terima kasih untuk warga yang ada di Bangkingan. Terutama pak Bhabin dan pak TNI yang telah menyelamatkan anak saya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang balita berinisial KRN di Surabaya jadi korban penyiksaan keji paman dan bibinya.

Pelaku adalah Fahrul Agusti (30) warga Lamongan dan Sellyna Adika Wahyuni (26). Keduanya tega menyiksa korban mulai dengan mengurung, melempar dari pagar setinggi 2 meter hingga tak diberi makan. Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads