Toko Emas Semar Nganjuk Buka Lagi Usai Digeledah, tapi Etalase Kosong

Toko Emas Semar Nganjuk Buka Lagi Usai Digeledah, tapi Etalase Kosong

Bakrie - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 18:15 WIB
Toko Emas Semar Nganjuk kembali buka
Toko Emas Semar Nganjuk kembali buka (Foto: Bakrie/detikJatim)
Nganjuk -

Toko Emas Semar di Jalan Ahmad Yani Nganjuk tampak kembali dibuka Minggu siang (22/2/2026). Hanya saja, etalase kaca di dalam toko dalam kondisi kosong, tidak ada barang dagangan yang dipajang.

Di dalam toko milik TW itu, tampak dua orang karyawan. Keduanya hanya duduk di balik meja kerja.

Pemandangannya kontras dari beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis lalu (19/2/2026) ketika toko tersebut digeledah tim Bareskrim Polri, terkait dugaan TPPU-pertambangan emas ilegal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak hari penggeledahan hingga saat ini juga tidak tampak terpasang garis polisi di toko tersebut.

Trimo (70), seorang tukang becak yang kerap mangkal di dekat Toko Emas Semar Nganjuk mengatakan, toko itu sempat tutup usai digeledah polisi.

ADVERTISEMENT

"Ya (Toko Emas Semar) buka lagi, kayaknya baru dibuka hari ini," ujar Trimo kepada detikJatim.

Untuk diketahui, Toko Emas Semar digeledah tim Bareskrim selama lebih dari 16 jam hingga Jumat dini hari (20/2/2026).

Usai penggeledahan, penyidik membawa dua kotak besar diduga berisi barang bukti menuju mobil yang sudah disiapkan di pinggir jalan raya.

Mulyadi, Koordinator Pasar Wage Nganjuk, yang ditunjuk menjadi saksi penggeledahan mengatakan, semua perhiasan emas di dalam toko dibawa oleh penyidik Bareskrim dengan dimasukkan ke dalam dua kotak besar putih dengan tutup hijau.

"Yang disita itu berupa perhiasan emas, dan juga buku-buku yang ada kaitannya dengan administrasi (keuangan) toko," ungkap Mulyadi, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu, rumah mewah milik TW di Jalan Diponegoro Nomor 73 Nganjuk, tampak sepi dan tertutup rapat.

Tidak ada garis polisi yang terpasang, baik di pagar depan maupun di pintu rumah.

Sedangkan di trotoar depan rumah tersebut situasinya cukup ramai pedagang makanan takjil yang mangkal.

Hartono, Ketua RW 02 Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk mengatakan, sehari-hari rumah tersebut dibiarkan kosong oleh penghuninya.

"Sudah 10 tahun terakhir kosong. Sehari-hari hanya dijaga dan dirawat oleh dua orang tukang bersih-bersih," ujar Hartono.

Untuk diketahui, rumah tersebut juga digeledah oleh tim Bareskrim Polri, bersamaan dengan penggeledahan di Toko Emas Semar Jalan Ahmad Yani Nganjuk.

Barang-barang yang disita polisi dari dalam rumah tersebut antara lain perhiasan emas usang dan protolan seberat sekitar 1,6 kilogram hingga sejumlah berkas dan dokumen.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads