Balita di Surabaya 2 Bulan Disiksa Paman dan Bibi hingga Kepalanya Botak

Balita di Surabaya 2 Bulan Disiksa Paman dan Bibi hingga Kepalanya Botak

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 19:00 WIB
Balita korban penganiayaan oleh paman dan bibinya hingga kepalanya botak.
Balita korban penganiayaan oleh paman dan bibinya hingga kepalanya botak. (Foto: Jemmi Purwodianto/detikJatim)
Surabaya -

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun diselamatkan warga dari sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, RT 03, RW 01, Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya dalam keadaan mengenaskan. Balita bernama KRN itu telah mengalami berbagai siksaan yang dilakukan paman dan bibinya selama kurang lebih 2 bulan.

Kekerasan itu terbongkar pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, balita malang tersebut berteriak meminta tolong di balik tembok dengan memanggil seseorang untuk meminta agar pintu kamarnya dibuka.

Islaha, tetangga yang tinggal tepat di samping kamar korban mengatakan dia sempat mendengar suara anak kecil memanggilnya. Mendengar suara kecil itu, ia pun keluar mencari sumber suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada suara, memanggil saya 'Mama Adik Rama' itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata di balik pintu kos itu. Saya tanya kenapa KRN?" Kata Islaha kepada detikJatim di lokasi kejadian, Sabtu (14/2/2026).

Mendengar Islaha di balik pintu, korban meminta tolong agar dibukakan pintu kamar kos. Islaha menyadari bahwa korban dikunci di dalam kamar sejak paman dan bibinya berangkat kerja.

ADVERTISEMENT

"Pas saya tanya, anak ini minta tolong untuk dibukakan pintu karena kelaparan sejak pagi belum makan. Saya nggak tega sekali," katanya sembari menahan tangis.

Islaha pun berusaha membuka pintu kamar kos itu tetapi ia tak kuat dan meminta bantuan tetangga kos lain. Tak berselang lama, warga dan pengurus RT dan Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban dengan merusak teralis jendela kamar kos.

"Korban diselamatkan dari jendela. Pas dievakuasi itu banyak luka di bagian wajah, terutama dagunya itu berdarah. Terus rambut atasnya itu agak sedikit botak," katanya.

Di tempat yang sama Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri Aipda Bambang PS membenarkan itu. Setelah dapat laporan dari pengurus RT bahwa ada kekerasan terhadap anak dia datang ke lokasi bersama warga dan Babhinsa Koramil Lakarsantri untuk mengevakuasi balita malang itu.

"Jadi saya dikabari oleh Pak RT setempat dann langsung meluncur ke lokasi kejadian. Dan melakukan evakuasi terhadap korban," kata Bambang.

Saat ini, lanjut Bambang, kasus tersebut telah ditangani oleh Unit PPA Polrestabes Surabaya.

"Kemarin setelah dievakuasi, langsung saya serahkan ke PPA Polrestabes Surabaya. Selanjutnya penyelidikan dilakukan disana," pungkasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads