Gus Idris Menduga Isu Pelecehan Konten Sumpah Pocong Bermula dari Sini

Gus Idris Menduga Isu Pelecehan Konten Sumpah Pocong Bermula dari Sini

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 14 Feb 2026 19:15 WIB
Pendakwah dan konten kreator Gus Idris.
Pendakwah dan konten kreator Gus Idris. Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Pendakwah Muhammad Idris Al-Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris mengungkap dugaan keterkaitan antara pemecatan staf dengan munculnya isu miring terhadap dirinya. Pihak Gus Idris kini tengah mendalami kebenaran atas dugaan tersebut.

Gus Idris menyebut kegaduhan yang terjadi di ruang publik diduga kuat bermula dari konflik internal di dalam manajemennya. Sebelumnya, ia telah mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan seorang staf dari tim agensinya.

Keputusan itu diambil setelah ditemukan adanya persoalan serius terkait koordinasi dan profesionalitas kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masalah internal di manajemen saja. Tapi yang bersangkutan, staf kami, sudah kami nonaktifkan, sudah kami berhentikan," ujar Gus Idris kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

Ia membeberkan, akar permasalahan bermula dari ketidakpatuhan tim agensi terhadap instruksi manajemen pusat. Sebagai pemilik (owner), ia menilai tim tersebut bergerak tanpa koordinasi yang jelas sehingga memicu miskomunikasi yang terus menumpuk.

ADVERTISEMENT

"Mereka tidak koordinasi dengan kami selaku owner, akhirnya terjadi miskomunikasi. Semakin menumpuk, semakin panjang, ya terjadilah seperti ini," katanya.

Saat ditanya mengenai detail permasalahan, Gus Idris menyebut adanya indikasi wanprestasi. Meski demikian, ia menegaskan secara administratif persoalan tersebut sebenarnya telah dianggap selesai.

Ia menduga polemik yang kini ramai di media sosial berkaitan dengan rasa kecewa staf yang telah diberhentikan. Gus Idris bahkan mensinyalir adanya unsur sakit hati yang kemudian memicu mencuatnya persoalan ke ranah publik.

"Ya sementara praduga saya ke situ (sakit hati). Tapi kita tidak tahu lagi ya. Karena yang bersangkutan bisa jadi, kata kuasa hukum saya mungkin sakit hati, kecewa, wajarlah," lanjutnya.

Gus Idris enggan berspekulasi lebih jauh mengenai kronologi detail maupun motif di balik serangan yang menimpanya. Ia memilih menyerahkan pendalaman kasus tersebut sepenuhnya kepada tim kuasa hukumnya untuk dikaji secara hukum.

"Nanti biar kuasa hukum yang lebih dalam mengkaji, yang lebih mengerti, lebih jelas kronologinya," pungkasnya.

Seperti diberitakan, dugaan pelecehan menimpa sejumlah talent perempuan di Malang. Mereka diduga dijebak melalui tawaran shooting yang berujung pada perbuatan asusila.

Peristiwa ini mencuat setelah salah seorang talent yang mengaku sebagai korban membagikan pengalaman pahitnya di media sosial hingga viral.

Dalam unggahannya, pemilik akun sovinovitav turut memberikan peringatan kepada talent lain, khususnya perempuan, agar berhati-hati dan tidak terjebak dengan tawaran serupa.

"Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema 'sumpah pocong'," tulis sovinovitav seperti dilihat detikJatim, Kamis (5/2/2026).

Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang bergerak cepat menindaklanjuti unggahan tersebut. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama Gus Idris.

Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana, membenarkan adanya laporan dugaan TPKS tersebut.

"Iya benar (sudah laporan) dugaan TPKS minggu kemarin," ujar Yulistiana saat ditemui detikJatim, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, pihaknya kini masih melakukan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi maupun korban.

"Sedang kita proses mengumpulkan keterangan saksi maupun korban," bebernya.




(ihc/ihc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads