6 Minimarket di Tulungagung Dibobol Maling Selama Januari-Februari

6 Minimarket di Tulungagung Dibobol Maling Selama Januari-Februari

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 13 Feb 2026 09:45 WIB
Wakapolres Trenggalek Kompol Herlinarto
Kasatreskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Kasus pembobolan minimarket berjaringan kini marak di Tulungagung. Selama awal 2025, ini setidaknya telah terjadi enam kasus dengan kerugian ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung Iptu Andi Wiranata Tamba mengatakan, dari enam kasus tersebut lima di antaranya terjadi di minimarket Alfamart dan satu kasus di Indomaret.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, semoga bisa segera terungkap," kata Iptu Andi W Tamba, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, enam minimarket yang dibobol berada di Desa Gedangan dengan kerugian Rp 21 juta, Desa Jeli Rp 3 juta, Desa Gedangsewu Rp 33 juta, Desa Ringinpitu lokasi pertama Rp 14 juta, Desa Ringinpitu lokasi kedua Rp 92,6 juta dan di Desa Kacangan dengan kerugian Rp 14 juta.

"Ada beberapa modus yang digunakan oleh pelaku, membobol tembok dan menjebol atap dan plafon. Kami belum bisa menyimpulkan apakah mereka berkelompok atau bekerja sendiri," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Para pelaku menjalankan aksinya pada dini hari antara pukul 02.00 WIB hingga 04.00 WIB. Polisi menduga mereka telah melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum menjalankan aksinya. Terbukti pelaku langsung bisa menemukan titik server CCTV dan melakukan perusakan.

"Mereka beraksi saat suasana sepi," jelasnya.

Dari enam lokasi kejadian tersebut, sasaran utama para pelaku mayoritas adalah barang dagangan yang memiliki nilai jual tinggi, seperti rokok, pod, kosmetik hingga susu balita.

Terkait rentetan kasus pencurian dengan pemberatan tersebut, Satreskrim Polres Tulungagung telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memburu pelaku.

"Untuk sementara kami masih melakukan penyelidikan dengan mengedepankan scientific crime investigation. Kami mengumpulkan barang bukti dan alat bukti yang bisa membantu proses penyelidikan," kata Andi.

Diakui, para pelaku tidak sempat terekam CCTV karena mereka langsung mematikan kamera dari arah yang tidak terpantau.

Meski demikian pihaknya optimistis dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap para pelaku.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Tulungagung mengimbau masyarakat dan pemilik usaha minimarket untuk meningkatkan kewaspadaan dan melengkapi tempat usaha dengan sistem pengamanan yang memadai.

"Terutama pada jam-jam rawan. Di sisi lain kami juga mengintensifkan patroli ke sejumlah titik rawan," katanya.



(hil/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads