Seorang Kepala Sekolah di Situbondo tiba-tiba dibacok orang hingga mengalami luka parah. Motifnya diduga persoalan asmara.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tindakan itu dilakukan pelaku karena antarkeduanya memiliki dendam lama.
"Dendam lama itu dipicu terkait asmara," ungkap Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, kepada detikJatim, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan lebih jauh, hasil pendalaman pelaku menaruh dendam lama terhadap korban, yaitu asmara. Cuma masih terus didalami lebih intensif.
"Saat perselisihan itu memuncak, pelaku kebetulan melihat korban melintas. Lantas pelaku langsung membacok korban menggunakan celurit," terangnya.
Akibat tindakan pelaku, korban yang merupakan Kepala SD di Desa Selowogo, Bungatan itu mengalami luka robek di lengan kiri, bahu kiri, dan paha kiri.
"Pelaku sudah kami amankan di Polres Situbondo untuk pemeriksaan intensif," tegas Agung.
Pelaku terancam dijerat pasal 468 ayat (1) subsider pasal 466 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat.
Diberitakan sebelumnya, seorang PNS di Situbondo menjadi korban pembacokan. Korban merupakan seorang Kepala SD Negeri di Desa Selowogo, Bungatan, Situbondo bernama Sanusi Amrin. Sementara pelaku yakni Sudahri, warga Kampung Tengah. Bungatan.
Korban dibacok saat pulang dari sekolah dan melintas di depan sekolah TK desa setempat. Korban langsung mendapat penanganan setelah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sedangkan pelaku berhasil diamankan, meski sempat kabur ke rumah saudaranya. Pelaku berhasil ditangkap beserta barang bukti berupa celurit yang digunakan untuk membacok.
(auh/hil)
