Yai Mim Pernah Jadi Pasien RSJ, Istri Ungkap Riwayatnya

Yai Mim Pernah Jadi Pasien RSJ, Istri Ungkap Riwayatnya

Muhammad Aminudin - detikJatim
Selasa, 27 Jan 2026 19:45 WIB
Eks dosen UIN Malang Imam Muslimin atau Yai Mim dan istrinya, Rosida Vigneswari di Polresta Malang Kota
Eks dosen UIN Malang Imam Muslimin atau Yai Mim dan istrinya/Foto: Muhammad Aminudin.detikJatim
Malang -

Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Imam Muslimin atau Yai Mim pernah mengaku sebagai pasien rumah sakit jiwa (RSJ). Sang istri mengungkap bagaimana riwayat kesehatan dari tersangka kasus pornografi dan tindak pidana kekerasan seksual itu.

Rosyida Vignesvari, istri tersangka Yai Mim mengatakan, Yai Mim telah menjalani pemeriksaan kejiwaan di rumah sakit jiwa sejak September 2024. Pemeriksaan oleh dokter kejiwaan sekaligus mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dialami, dijalani Yai Mim rutin sampai pertengahan 2025.

"September 2024 sampai Juni 2025 kontrol bagus (kondisinya). Setelah itu tidak kontrol dan tidak mengkonsumsi obat, alasannya dia (Yai Mim) merasa sudah enak, dan barengan saya haji 2025 juli," beber Rosyida kepada detikJatim di Polresta Malang Kota, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosyida kemudian mengungkap adanya perubahan terhadap perilaku suaminya ketika memutuskan berhenti berobat ke psikiater seperti awal sebelumnya. Perubahan itu disebut terjadi pada beberapa bulan terakhir. Rosyida juga memberikan sinyal jika kondisinya Yai Mim saat itu sangat sulit dikontrol.

ADVERTISEMENT

"Seperti yang teman teman lihat beberapa bulan ini memang semakin memuncak, semakin tidak terkontrol, semakin tidak bisa dikasih tahu," bebernya.

Bahkan, Rosyida mengakui, perilaku Yai Mim semakin tak terkendali ketika bertatap muka dengan orang-orang yang dirasa pernah menyakiti hatinya.

"Saya ini setiap hari sama beliau (Yai Mim) jadi tahu betul. Saya ingat kalau beliau melihat orang yang menyakiti. Beliau langsung bereaksi," ujarnya.

Kondisi Yai Mim dirasa cukup rentan itu cukup mengkhawatirkan bagi Rosyida. Apalagi saat ini tengah berada di sel tahanan. Apalagi, stok obat yang harus dikonsumsi Yai Mim dinyatakan telah habis.

"Kalau gak konsumsi obat, kasihan yang di dalam (sel tahanan). Jika ada reaksi dari Yai Mim," cetusnya.

Ditanya mengapa tidak membawa Yai Mim untuk kembali menjalani pemeriksaan psikiater. Rosyida mengatakan, bahwa niatan tersebut sudah ada, apalagi melihat perubahan perilaku suaminya. Namun belum juga terealisasi, karena selalu tertunda.

"Ada (berobat lagi). Beliaunya (Yai Mim berkenan, tapi ditunda-ditunda)," jawab Rosyida.

Perubahan perilaku Yai Mim kemudian bisa mereda, setelah kembali menjalani pemeriksaan oleh dokter kejiwaan saat dirawat di RS Unisma sebelum ditahan pihak kepolisian.

"Waktu di RS Unisma, kami coba ada pemeriksaan lagi. Dan beliau kembali bisa mengonsumsi obat lagi," bebernya.

Rosyida berharap, penyidik memberikan kelonggaran agar Yai Mim dapat menjalani pemeriksaan psikiater dan mendapatkan obat-obatan yang harus dikonsumsi.

"Kalau menurut saya penting untuk berobatnya, karena beliau juga butuh obat- obatan. Karena ya itu, reaksinya berlebihan kalau tanpa obat," pungkasnya.



(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads