Polisi telah mengamankan 6 orang terduga anggota gangster. Dari hasil pemeriksaan, kelompok gangster tersebut sudah beraksi di dua lokasi yang berbeda.
"Ada dua lokasi, yang pertama di Kecamatan Dukun, yang kedua di Kecamatan Panceng yang viral itu," kata Kasat Reskrim Arya Widjaya, Selasa (6/1/2026).
Arya menjelaskan kelompok gangster tersebut merupakan kelompok perguruan silat yang sedang melakukan konvoi. Dengan membawa senjata tajam jenis golok dan linggis, kelompok yang berjumlah sekitar 20 orang itu melakukan konvoi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilokasi pertama ada korban mengalami luka bacok. Sedangkan di lokasi yang kedua (Panceng) juga menyabet korban hingga mengalami luka selebar 8 cm akibat sabetan senjata tajam," jelas Arya.
Para kelompok ini, lanjut Arya, mencari sasaran seseorang yang memakai kaos dengan atribut yang berbeda dengan perguruan mereka. Namun, hal itu hanya digunakan otak atau ketua gangster tersebut untuk melakukan perampasan dengan kekerasan.
"Nyatanya mereka merampas HP korban dan penjual nasi goreng. Bahkan pembeli nasgor yang warga biasa juga dirampas HP nya. Ini sudah sangat meresahkan, mengatasnamakan perguruan tapi membegal," terang Arya.
Arya menambahkan untuk itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu telah membentuk tim khusus untuk memberantas gangster atau begal-begal yang meresahkan warga Gresik.
"Saat ini kita masih memburu otak pelaku. Semoga lekas tertangkap," pungkasnya.
Sebelumnya, Polisi mengamankan 6 terduga anggota gangster yang viral melakukan penganiayaan hingga pencurian dengan kekerasan di Kabupaten Gresik. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap ke enam terduga anggota gangster.
"Sudah kita amankan 6 orang, lima diantaranya masih anak-anak," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya, Senin (5/1/2026).
Arya menjelaskan ke enam terduga anggota gangster itu masih diperiksa sebagai saksi. Sebab, tidak semua anggota gangster tersebut iku melakukan penganiayaan hingga perampasan.
"Dalam konvoi itu ada sekitar 20 orang yang ikut. Tapi tidak semua melakukan penganiayaan terhadap korban. Temasuk lima anak-anak ini yang hanya ikut konvoi saja," jelas Arya.
Saat ini, lanjut Arya, pihaknya masih memburu pelaku lainnya yang melakukan penganiayaan hingga merampas HP korban. Termasuk otak pelaku yang mengajak para anggota gangster itu melakukan konvoi.
"Masih kita buru para pelaku lainnya. Termasuk otak pelaku dan yang merampas HP," pungkasnya.
(auh/abq)











































