Curanmor Masih Marak di Surabaya, Ratusan Pelaku Diamankan Sepanjang 2025

Curanmor Masih Marak di Surabaya, Ratusan Pelaku Diamankan Sepanjang 2025

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 02 Jan 2026 19:00 WIB
Curanmor Masih Marak di Surabaya, Ratusan Pelaku Diamankan Sepanjang 2025
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menunjukkan sitaan knalpot brong/Foto: Istimewa
Surabaya -

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih marak terjadi di Surabaya. Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Surabaya mencatat sedikitnya 600 laporan curanmor yang masuk dari masyarakat.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 10% dibandingkan periode sebelumnya. Meski begitu, ratusan pelaku berhasil diamankan.

Dari ratusan laporan tersebut, sebanyak 472 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mayoritas pelaku diketahui merupakan residivis yang kembali beraksi setelah sebelumnya menjalani hukuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyebut curanmor menjadi salah satu atensi.

ADVERTISEMENT

"Dari total 600 yang dilaporkan, hampir seluruhnya telah masuk ke tahap penuntutan hukum di meja persidangan" ujar Luthfi, Jumat (2/1/2026).

Untuk menekan angka curanmor, Polrestabes Surabaya memperkuat patroli rutin di wilayah rawan serta mendorong optimalisasi sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat kampung atau permukiman.

Selain kasus curanmor, Polrestabes Surabaya juga menyampaikan capaian penanganan kejahatan lainnya sepanjang 2025. Di bidang narkotika, ratusan kasus berhasil diungkap.

"Satresnarkoba membongkar 724 kasus dengan mengamankan 940 tersangka. Barang bukti yang disita pun tidak main-main, meliputi sabu-sabu dengan berat total 93,9 kilogram, puluhan ribu butir pil ekstasi, ganja seberat 7,7 kilogram, hingga ratusan ribu obat-obatan terlarang daftar G yang berpotensi merusak generasi muda," beber Luthfie.

Ia juga mengingatkan potensi ancaman narkotika jenis baru yang kini mulai marak di sejumlah daerah, yakni narkoba yang disisipkan melalui cairan rokok elektrik atau vape. Meski belum ditemukan di Surabaya, kewaspadaan tetap diminta untuk ditingkatkan.

Di sektor lalu lintas, Polrestabes Surabaya mencatat 1.762 kasus kecelakaan sepanjang 2025 atau naik 18 persen% dibanding tahun sebelumnya. Namun, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan.

"Jumlah korban jiwa tercatat turun dari 182 orang menjadi 180 orang, sementara korban luka berat juga menurun menyisakan 12 orang," ungkap Luthfie.

Upaya preventif dilakukan melalui peningkatan kehadiran petugas di titik rawan, penertiban balap liar, serta penindakan knalpot brong.

Sepanjang 2025, terdapat 1.521 pelanggaran lalu lintas yang diproses, dengan 187 kendaraan diamankan.

"Seluruh proses penegakan hukum di bidang lalu lintas kini berjalan sangat transparan dan akuntabel. Dengan pemanfaatan sistem pembayaran tilang elektronik melalui BRIVA, agar tidak ada lagi ruang untuk transaksi tunai di lapangan," pungkasnya.




(irb/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads