Dalih wajah korban tak sesuai foto di aplikasi kencan, terungkap hanya menjadi alasan pelaku pembunuhan wanita open booking online (BO) di Kota Malang. Fakta penyidikan menunjukkan, pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran tak mampu membayar tarif yang telah disepakati dan takut dipermalukan warga sekitar.
Pelaku pembunuhan wanita open BO di rumah kos kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil diamankan polisi. Pelaku Musa Krisdianto Warorowai (29) ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian setelah sempat kabur sambil membawa pisau.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Sholeh menjelaskan, peristiwa pembunuhan bermula saat pelaku memesan korban melalui aplikasi kencan. Korban berinisial SM (23) datang ke rumah kos pelaku di Jalan Ikan Gurami, yang kemudian menjadi lokasi tempat kejadian perkara.
Keduanya sempat melakukan hubungan seksual setelah sepakat dengan tarif Rp 200 ribu. Namun, persoalan muncul setelah hubungan tersebut selesai.
Usai berhubungan badan, korban menagih bayaran sesuai kesepakatan. Namun pelaku tidak mampu membayar dan justru mempermasalahkan fisik korban.
"Sebelum bertemu, pelaku dan korban telah menyepakati tarif sebesar Rp 200 ribu. Namun, pelaku tidak memiliki uang untuk membayar jasa korban," ujar Sholeh kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Karena tak memiliki uang, pelaku menawarkan dua unit ponsel miliknya sebagai pengganti bayaran. Tawaran itu ditolak korban, yang kemudian mengancam akan melaporkan pelaku ke warga sekitar.
"Di awal mereka berdua bersepakat, setelah berhubungan berbayar melalui aplikasi. Tapi karena tersangka tidak mempunyai uang akhirnya tidak membayar. Sehingga korban mengancam tersangka akan dilaporkan ke warga," beber Sholeh.
Ancaman tersebut memicu emosi pelaku. Tak ingin perbuatannya diketahui warga sekitar, pelaku diam-diam menuju dapur dan mengambil pisau.
Pelaku kemudian kembali ke kamar dan menusuk korban dari arah belakang. Polisi menemukan enam luka tusukan di tubuh korban.
"Korban ditikam sebanyak enam kali pada bagian leher dan bawah leher," kata Sholeh.
Korban sempat ditemukan masih hidup oleh warga setelah teriakan minta tolong terdengar sekitar pukul 22.15 WIB. Namun, luka parah akibat tusukan membuat nyawanya tak tertolong.
"Saat warga naik ke lantai dua, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka di bagian dada dan sepertinya luka ditusuk oleh pelaku," ujar Romadhon, warga sekitar yang menjadi saksi.
Simak Video "Video: WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan"
(irb/hil)