Dalih Pembunuh Wanita Open BO di Malang padahal Tak Mampu Bayar

Round Up

Dalih Pembunuh Wanita Open BO di Malang padahal Tak Mampu Bayar

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Selasa, 30 Des 2025 09:15 WIB
Dalih Pembunuh Wanita Open BO di Malang padahal Tak Mampu Bayar
Kos lokasi pembunuhan wanita open BO di Malang (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Dalih wajah korban tak sesuai foto di aplikasi kencan, terungkap hanya menjadi alasan pelaku pembunuhan wanita open booking online (BO) di Kota Malang. Fakta penyidikan menunjukkan, pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran tak mampu membayar tarif yang telah disepakati dan takut dipermalukan warga sekitar.

Pelaku pembunuhan wanita open BO di rumah kos kawasan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, akhirnya berhasil diamankan polisi. Pelaku Musa Krisdianto Warorowai (29) ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian setelah sempat kabur sambil membawa pisau.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Sholeh menjelaskan, peristiwa pembunuhan bermula saat pelaku memesan korban melalui aplikasi kencan. Korban berinisial SM (23) datang ke rumah kos pelaku di Jalan Ikan Gurami, yang kemudian menjadi lokasi tempat kejadian perkara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya sempat melakukan hubungan seksual setelah sepakat dengan tarif Rp 200 ribu. Namun, persoalan muncul setelah hubungan tersebut selesai.

ADVERTISEMENT

Usai berhubungan badan, korban menagih bayaran sesuai kesepakatan. Namun pelaku tidak mampu membayar dan justru mempermasalahkan fisik korban.

"Sebelum bertemu, pelaku dan korban telah menyepakati tarif sebesar Rp 200 ribu. Namun, pelaku tidak memiliki uang untuk membayar jasa korban," ujar Sholeh kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Karena tak memiliki uang, pelaku menawarkan dua unit ponsel miliknya sebagai pengganti bayaran. Tawaran itu ditolak korban, yang kemudian mengancam akan melaporkan pelaku ke warga sekitar.

"Di awal mereka berdua bersepakat, setelah berhubungan berbayar melalui aplikasi. Tapi karena tersangka tidak mempunyai uang akhirnya tidak membayar. Sehingga korban mengancam tersangka akan dilaporkan ke warga," beber Sholeh.

Ancaman tersebut memicu emosi pelaku. Tak ingin perbuatannya diketahui warga sekitar, pelaku diam-diam menuju dapur dan mengambil pisau.

Pelaku kemudian kembali ke kamar dan menusuk korban dari arah belakang. Polisi menemukan enam luka tusukan di tubuh korban.

"Korban ditikam sebanyak enam kali pada bagian leher dan bawah leher," kata Sholeh.

Korban sempat ditemukan masih hidup oleh warga setelah teriakan minta tolong terdengar sekitar pukul 22.15 WIB. Namun, luka parah akibat tusukan membuat nyawanya tak tertolong.

"Saat warga naik ke lantai dua, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka di bagian dada dan sepertinya luka ditusuk oleh pelaku," ujar Romadhon, warga sekitar yang menjadi saksi.

"Untuk kondisi korban, saat ditemukan warga masih hidup. Namun karena lukanya yang parah, akhirnya tak berselang lama korban meninggal," imbuhnya.

Usai kejadian, warga melihat seorang pria berlari keluar dari kos sambil membawa pisau.

"Warga kaget melihat seorang laki-laki tiba-tiba lari turun dari lantai dua sambil membawa senjata tajam (sajam) pisau. Laki-laki itu pun kabur ke luar kos," ungkap Romadhon, warga sekitar.

Pelarian pelaku tak berlangsung lama. Ia ditemukan bersembunyi di dekat tandon air yang ditutup banner di salah satu rumah warga.

"Laki-laki itu ditemukan sedang bersembunyi di sebelah tandon yang ditutup banner di salah satu rumah warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian," kata Romadhon.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Polisi Tepis Motif Keluarga di Kasus Pembunuhan Anak Politikus PKS"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads