Rumah di Jember Digerebek Diduga Simpan Upal, Ternyata Uang Mainan

Rumah di Jember Digerebek Diduga Simpan Upal, Ternyata Uang Mainan

Yakub Mulyono - detikJatim
Kamis, 18 Des 2025 18:30 WIB
Rumah di Jember Digerebek Diduga Simpan Upal, Ternyata Uang Mainan
Penggerebekan uang palsu di Jember/Foto: Tangkapan layar
Jember -

Viral di platform media sosial Instangram, sebuah rumah yang menjadi tempat pengedaran uang palsu digerebek oleh polisi. Penggerebekan di rumah yang terletak di Tanggul, Jember itu dilakukan Rabu (17/12), malam.

Berdasarkan narasi di postingan akun instagram @infojember, dalam penggerebekan tersebut polisi menemukan tumpukan uang dengan pecahan Rp 100 ribu.

KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, aksi penggerebekan bermula dari inisiatif seorang warga Sempolan Silo yang merasa menjadi korban penipuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi malam kita mendapat informasi bahwa ada kejadian penipuan TKP-nya Sempolan (Kecamatan Silo). Setelah itu korban mengetahui posisi rumah pelaku, jadi korban langsung inisiatif mendatangi rumah pelaku yang ada di daerah Tanggul," katanya, Kamis (18/12/2025).

ADVERTISEMENT

Korban tidak bergerak sendiri. Dia mengajak personel Polsek Tanggul untuk mendampinginya saat mendatangi rumah terduga pelaku.

"Dari situ korban mengajak Polsek Tanggul untuk mendatangi rumah pelaku. Di sana ditemukan banyak uang mainan, bukan uang palsu," ujarnya.

"Dan saat ini uang ini masih dalam perjalanan dari Polsek Tanggul ke Polres," ujarnya.

Kendati video penggerebekan tersebut telah viral di beberapa akun Instagram seperti @infojember, hingga saat ini pihak korban secara resmi belum melayangkan laporan tertulis ke pihak kepolisian.

"Untuk korban saat ini belum melaporkan sama sekali ke Polres Jember, mungkin nanti baru akan melaporkan kejadiannya. Karena belum ada laporan resmi, kami masih belum bisa mendalami kronologi lengkapnya," paparnya.

Namun menurutnya, polisi menduga kuat bahwa temuan uang mainan tersebut berkaitan dengan modus penipuan tertentu yang melibatkan janji-janji kepada korban. Seperti ke arah penggandaan uang.

"Dugaan kami mungkin ke arah penggandaan uang. Namun, kami masih menunggu laporan resmi dari pelapor ke Polres Jember atau Polsek setempat untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tandasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads