Jan Hwa Diana Terbukti Salah, Armuji: Ijazah Nggak Isok Didol, Gunane Opo?

Jan Hwa Diana Terbukti Salah, Armuji: Ijazah Nggak Isok Didol, Gunane Opo?

Esti Widiyana - detikJatim
Selasa, 27 Mei 2025 16:30 WIB
Pengacara Jan Hwa Diana, Elok Kadja menemui Wakil Wali Kota Armuji.
Wakil Wali Kota Armuji (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya - Setelah ngeyel atau ngotot tidak menahan ijazah eks karyawan, bos CV Sentoso Seal Jan Hwa Diana akhirnya ketahuan menyimpan ratusan ijazah karyawan di rumahnya. Diana akhirnya menyerahkan 108 ijazah karyawan yang telah disembunyikan di rumahnya kepada penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

Drama penahanan ijazah ini mencuat sejak April usai diviralkan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Saat itu, Diana bersikeras tidak menahan dokumen penting karyawan. Bahkan, saat Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer melakukan sidak ke gudang perusahaannya, Diana masih ngotot menyangkal.

Armuji mengaku sempat menerima permintaan maaf dari Diana dan suaminya ketika keduanya berkunjung ke rumah dinasnya. Namun, saat dirinya meminta agar ijazah dikembalikan ke para karyawan, Diana tetap bersikukuh mengaku tidak menahan.

"Masalah ijazah balekno, supoyo ga dowo-dowo ulo (panjang urusan) wong Jowo ngunu. Tetep bilang nggak menahan ijazah, kalau sudah seperti itu urusannya bukan di pemerintah kota, karena Pak Wali Kota melaporkan penahanan ijazah ke kepolisian dalam hal ini Polres Tanjung Perak dan Polda Jatim. 'Endak, saya nggak nahan ijazah' (kata Diana yang ditirukan Armuji). Yo wes saya nggak maksa, itu bukan urusan saya, itu sudah ranah hukum. Makanya saya tidak memperpanjang omongan saya waktu mereka ke sini," kata Armuji di rumah dinasnya, Selasa (27/5/2025).

Ternyata, apa yang disangkal Diana selama ini benar, dia menahan ijazah eks karyawan. Hal itu terbukti usai Polda Jatim melakukan penggeledahan di gudang dan rumahnya.

Armuji pun bertanya-tanya kegunaan ijazah ditahan, apalagi tidak bisa dijual. Apalagi eks karyawan ketika bekerja di Sentoso Seal diberi pilihan membayar Rp 2 juta atau ijazahnya ditahan.

"Ternyata benar waktu digeledah di rumahnya ada ijazahnya. Lah lapo seh nahan ijazah. Iku loh ijazah nggak isok didol, nggak bisa dijual, gunane opo? Mosok sogehne sakmunu golek balek rong juta, kan nggak sumbut. Yo nggak? (Lah kenapa sih menahan ijazah. Itu loh ijazah nggak bisa dijual, nggak bisa dijual gunanya apa? Masak sekaya itu mencari uang Rp 2 juta kan nggak sepadan. Ya nggak?)" jelasnya.

"Kalau ijazah suruh nebus Rp 2 juta kalau dia resign kan nggak sumbut, sogehe, gudange sakmunu gedene. Iku duek ecek-ecek rong ewu (Kalau ijazah suruh nebus Rp 2 juta kalau dia resign kan tidak sepadan, sekaya itu, gudangnya sebesar itu. Itu uang ecek-ecek kalau cuma Rp 2 juta)," pungkasnya.

Sebelumnya, Jan Hwa Diana ditetapkan tersangka berdasarkan hasil penyidikan dari pemeriksaan terhadap 23 saksi serta temuan barang bukti berupa 108 ijazah beserta surat serah terima ijazah dari karyawan Sentoso Seal.

Atas tindakannya itu, Diana dijerat Pasal 372 KUHP berbunyi barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, diancam pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda Rp 900 ribu.


(auh/hil)


Hide Ads