Pemeriksaan Saksi Kunci Ibu Gantung Diri di Jember Tunggu Izin Psikiater

Pemeriksaan Saksi Kunci Ibu Gantung Diri di Jember Tunggu Izin Psikiater

Yakub Mulyono - detikJatim
Senin, 19 Jun 2023 18:28 WIB
Seorang ibu tewas gantung diri di rumahnya di Jember, Jawa Timur. Dua anaknya juga meninggal dunia dalam rumah. Sang ibu diduga membunuh kedua anaknya.
Kediaman ibu bunuh diri di Jember dan dua anaknya ditemukan tewas dalam kamar (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Polisi telah mengantongi hasil visum kasus seorang ibu ditemukan gantung diri, di mana 2 anaknya juga ditemukan meninggal dalam kamar. Namun, polisi masih akan mendalami kasus ini dari keterangan saksi kunci.

Ibu yang gantung diri ini yakni Husnul Khotimah (31). Lalu, dua anak yang meninggal yakni anak pertama berusia 7 tahun dan anak ketiga berumur 8 bulan. Sementara anak kedua Husnul yang berusia 6 tahun masih hidup dan menjadi saksi kunci dalam kasus ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, untuk meminta keterangan dari anak korban yang kedua itu, polisi harus meminta izin dari psikiater yang mendampingi. Juga dari lembaga perlindungan saksi dan korban.

"Mengingat korban masih di bawah umur, jadi masih perlu penanganan khusus untuk kita mendapatkan keterangan," kata Dika, Senin (19/6/2023).

ADVERTISEMENT

Ditanya apakah kedua anak yang meninggal akibat dibunuh sang ibu sebelum gantung diri, Dika belum bisa memastikan. Karena masih menunggu hasil keterangan saksi kunci.

"Ya kita masih dalami itu. Karena saksi yang mengetahui betul yakni anak nomor dua umur 6 tahun," tambahnya.

Sebelumnya, polisi telah mendapatkan hasil visum kasus ini. Hasil visum ini akan menjadi salah satu petunjuk penyidik untuk mengungkap penyebab kematian warga Lungkungan Krajan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember ini.

"Terkait penyebab kematiannya, hasil dari pemeriksaan visum di RSD Soebandi ada 3 korban. Yang pertama anak umur 8 bulan. Dari pemeriksaan visum tidak ada tanda-tanda kekerasan. Memang ditemukan tanda lebam, namun itu hanya lebam mayat," imbuh Dika.

"Jadi indikasi anak tersebut meninggal karena kehabisan oksigen tidak bernapas. Bisa dengan cara dibekap. Karena kita tidak menemukan cekikan atau yang lainnya," sambungnya.

Kemudian, untuk anak yang umur 7 tahun, lanjut Dika, didapati luka di bibir yang diduga ditekan. Juga ditemukan bekas jeratan di leher.

"Tapi tidak ada luka sobek di bibir bagian dalam, diduga karena terhimpit atau tekanan yang membentur dengan gigi. Kemudian di leher ada bekas jeratan oleh kawat jemuran. Hal itu didukung juga di TKP didapati ada tali jemuran dan juga kawat," ungkapnya.

Kemudian untuk korban ketiga, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Pacitan ini adalah sang ibu bernama Husnul Khotimah atau HK (31). Perempuan itu diduga meninggal karena gantung diri.

"Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Hanya ada jeratan bekas tali di lehernya sesuai dengan posisi di mana ditemukan korban tersebut. Alat yang digunakan tali jemuran itu," jelasnya.

Sebelumnya, jenazah Husnul dan dua anaknya ditemukan oleh suami korban, Agus Riyadi (36) pada Sabtu (17/6) pukul 01.00 WIB. Sepulang berjualan cilok di depan rumah sakit Soebandi, ia kaget melihat istri dan anaknya tewas. Agus pun berteriak histeris hingga tetangganya datang ke rumahnya.




(hil/fat)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads