Datangi Kejaksaan, Tersangka-Korban Kenpark Minta Restorative Justice

Datangi Kejaksaan, Tersangka-Korban Kenpark Minta Restorative Justice

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 18 Nov 2022 16:41 WIB
Korban dan bos Kenpark berdamai di Kejari
Korban dan bos Kenpark berdamai di Kejari (Foto: Dok. Kejari Tanjung Perak Surabaya)
Surabaya -

Kasus ambrolnya persosotan Kenjeran Water Park memasuki tahap baru. Sebanyak 17 korban dan tersangka pemilik tempat wisata memutuskan untuk berdamai.

Kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan kasus hukum itu di tingkat kejaksaan. Artinya mereka ingin mengakhiri proses hukum sebelum masuk ke meja hijau.

Kasipidum Kejari Tanjung Perak Surabaya Hamonangan Parsaulian membenarkan hal itu. Ia mengatakan sejak awal para korban beserta keluarganya tak ingin memperkarakan hal itu.

Selain itu, pelapor yang berjumlah 1 orang juga telah mencabut laporan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pelapor minta kasus itu dihentikan.

"Benar, kemarin (17/11) ada 17 korban, ada yang didampingi keluarganya datang ke Kejari Tanjung Perak. Mereka setuju dan meminta perkara itu (Kenjeran Water Park) dihentikan," kata Hamonangan kepada detikJatim. Jumat (18/11/2022).

Hamonangan menjelaskan pihaknya hanya sebatas memfasilitasi saja. Termasuk pengajuan Pra Restorative Justice (RJ) yang diminta para korban. Selanjutnya RJ akan dilayangkan ke Jampidum Kejaksaan Agung.

"Semua syarat untuk RJ sudah diajukan," ujar Hamonangan.

Menurutnya, korban menghendaki kasus dihentikan karena pihak manajemen diinilai bertanggung jawab terhadap peristiwa itu mulai memberi santunan, pengobatan dan ganti rugi hingga membantu biaya pendidikan.

Taufik, salah satu orang tua korban menyebut anaknya yang menjadi korban telah sembuh dan bisa beraktivitas lagi. Ia mengaku seluruh ganti rugi hingga pengobatan telah diterima.

"Alhamdulillah, sudah dipenuhi semua oleh pihak Kenjeran Water Park, termasuk santunan juga," tutur Taufik.

Ia berharap perkara itu segera rampung dan tak sampai ke ranah persidangan. Sebab bila tetap berlangsung ke persidangan, maka akan menyita waktu, tenaga, dan pikiran untuk menghadiri sidang.

"Kalau kasusnya berlanjut, kan nyita waktu, otomatis mengganggu pekerjaan juga," sambungnya.

Hal senada disampaikan Yatimah, ibu dari korban lainnya. Ia juga mengaku ketiga anaknya yang sempat menjadi korban sudah sembuh. Namun, masih 1 putrinya, yakni Siti Saadatul masih harus menjalani terapi hingga sembuh total.

"Alhamdulillah, 2 anak saya sudah sekolah dan mondok lagi, tinggal teteh (Siti) yang masih penyembuhan dan terapi," katanya.

Ia menegaskan, kaki Siti yang sebelumnya divonis lumpuh total telah mengalami perkembangan. Meski, belum bisa berjalan normal.

"Sekarang kakinya sudah bisa diayun-ayunkan, sudah bisa gerak, ngerasain sakit sama geli. Tinggal BAB dan BAK yang belum lancar total, masih pakai kateter," ujar Yatimah.

Sebelumnya, Polisi memeriksa dan menetapkan pemilik Kenjeran Water Park, Soetiadji Yudho dan 2 orang dari manajemen sebagai tersangka. Ketiganya dikenakan Pasal 8 ayat 1 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 360 UU Kitab Hukum Pidana (KUHP).

Lihat Video: Kabar Terbaru Tragedi Ambruknya Perosotan Kenpark Surabaya

[Gambas:Video 20detik]




(abq/iwd)