Drama Sidang Putusan Mas Bechi yang Diawali Doa Bersama dan Berakhir Ricuh

Drama Sidang Putusan Mas Bechi yang Diawali Doa Bersama dan Berakhir Ricuh

Amir Baihaqi - detikJatim
Jumat, 18 Nov 2022 08:01 WIB
Sidang putusan Mas Bechi ricuh
Pendukung Mas Bechi menyerang dan mengintimidasi wartawan di PN Surabaya (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, terdakwa kasus pemerkosaan santriwati divonis 7 tahun penjara. Sejumlah peristiwa mengiringi saat menjelang dan sesudah vonis dibacakan.

Sebanyak 200 personel atau setingkat 2 satuan setingkat kompi (SSK) gabungan yang akan disiagakan dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Ini karena ratusan penndukung Mas Bechi hadir di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dari pantauan detikJatim, tampak ratusan orang pendukung Mas Bechi mengatasnamakam Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia di Jatim menggelar doa bersama di depan Gedung PN Surabaya Jalan Arjuno.

Mereka terdiri dari wanita dan laki-laki. Mereka memakai ikat kepala warna merah bertuliskan Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia. Mereka juga melepaskan puluhan merpati sebagai simbol kebebasan untuk Mas Bechi.

Meski demikian, aksi para pendukung Mas Bechi yang datang dari Jabar, Jateng dan Jatim ini bubar secara tertib. Mereka kemudian kembali ke daerahnya masing-masing. Namun sebagian masih ada yang bertahan mengawal pembacaan tuntutan.

Pembacaan amar putusan pun tiba, Ketua Majelis Hakim Sutrisno menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada Mas Bechi. Hakim menilai Mas Bechi terbukti melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 289 KUHP juncto 65 ayat 1 dan membayar perkara Rp 3.000. Menjatuhkan pidana selama 7 tahun penjara," kata Hakim Sutrisno saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jalan Arjuno, Kamis (17/11/2022).

Vonis ini lebih ringan 9 tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni16 tahun penjara. Tuntutan jaksa ini karena Mas Bechi dinilai melanggar Pasal 285 juncto 65 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Ancaman hukumannya ditambah sepertiga dari hukuman awal.

Namun majelis hakim punya pertimbangan lain, yakni melanggar Pasal Pasal 289 KUHP juncto 65 ayat 1 seperti yang telah disebutkan. Selain itu hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan Mas Bechi.

Sejumlah alasan yang memberatkan dan meringankan terhadap vonis yang dijatuhkan ke Mas Bechi. Menurut hakim, hal yang memberatkan terdakwa tak mengakui memperkosa dan tokoh agama.

Selanjutnya kericuhan terjadi usai pembacaan vonis di ruang sidang