Pejabat Kejari Bojonegoro Penyodomi 4 Remaja Laki-laki Terancam 20 Tahun Bui

Pejabat Kejari Bojonegoro Penyodomi 4 Remaja Laki-laki Terancam 20 Tahun Bui

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Selasa, 01 Nov 2022 15:34 WIB
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus
Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Ary Handoko atau AH (51), Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif bakal menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jombang dalam waktu dekat. Tersangka pencabulan atau sodomi 4 remaja laki-laki ini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kepala Kejari Jombang Tengku Firdaus mengatakan pihaknya membentuk tim jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyidangkan AH. Tim JPU akan ia pimpin sendiri. Anggotanya antara lain Kasi Intel Deny Saputra Kurniawan, Kasi Datun Hany Adhi Astuti, serta 3 jaksa fungsional. Selain itu, surat dakwaan telah selesai dirumuskan.

"Dakwaan untuk tersangka perbuatannya melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 juncto pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 juncto UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 65 KUHP," kata Firdaus kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (1/11/2022).

Pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 berbunyi "Setiap Orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul".

Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 mengatur "Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar".

Sedangkan pasal 65 ayat (1) KUHP menjelaskan "Dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, maka dijatuhkan hanya satu pidana".

Pasal 65 ayat (2) KUHP mengatur "Maksimum pidana yang dijatuhkan ialah jumlah maksimum pidana yang diancam terhadap perbuatan itu, tetapi boleh lebih dari maksimum pidana yang terberat ditambah sepertiga".

Firdaus menjelaskan dengan komposisi pasal dalam dakwaan tersebut, ancaman pidana bagi AH bisa ditambah sepertiga. Yaitu dari semula maksimal 15 tahun penjara bisa ditambah mencapai maksimal 20 tahun penjara.

"Ancaman pidana pasal 82 ayat (1) minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. Dengan adanya pasal 65 KUHP, ancaman pidananya bisa ditambah sepertiga. Namun, kami lihat fakta-fakta persidangan nanti seperti apa. Karena dalam mengajukan tuntutan itu ada hal-hal yang meringankan dan memberatkan," jelasnya.

AH awalnya diringkus polisi karena diduga menyodomi seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar hotel melati di Jombang pada Kamis (18/8/2022) pukul 04.45 WIB. Polisi juga meringkus seorang mucikari di Hotel tersebut. Si mucikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di SMK swasta Jombang.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Bandar Kedungmulyo, Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

AH ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Namun, mulai hari ini ia menjadi tahanan kejaksaan sehingga dititipkan di Lapas Kelas IIB Jombang. Korban pencabulan yang diduga dilakukan AH ternyata berjumlah 4 remaja laki-laki. Salah satunya si mucikari sendiri. Sedangkan si mucikari telah menerima vonis dari Pengadilan Negeri Jombang pada Jumat (23/9/2022).

Remaja laki-laki asal Kecamatan/Kabupaten Jombang itu terbukti melanggar pasal 88 juncto pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia menggaet 3 temannya yang berusia di bawah umur untuk melayani nafsu AH dalam kurun waktu Mei-Agustus 2022.

Ketiga temannya itu semuanya remaja laki-laki yang usianya di bawah umur. Dalam setiap aksinya, si mucikari menerima imbalan Rp 300 ribu dari AH. Si mucikari divonis 11 bulan penjara di lembaga pembinaan khusus anak di Blitar. Ia juga diberi hukuman tambahan berupa mengikuti pelatihan kerja selama 4 bulan di Dinas Sosial Kabupaten Jombang.



Simak Video "Bejat! Tukang Cukur Rambut di Gorontalo Sodomi Anak di Bawah Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)