Kejari Tulungagung Geledah Kantor Pemdes Batangsaren Terkait Korupsi Dana Desa

Kejari Tulungagung Geledah Kantor Pemdes Batangsaren Terkait Korupsi Dana Desa

Adhar Muttaqien - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 00:03 WIB
kejari tulungagung
Petugas Kejari Tulungagung menggeledah kantor Desa Batangsaren (Foto: Tangkapan layar)
Tulungagung -

Tim Kejari Tulungagung melakukan penggeledahan di Kantor Desa Batangsaren terkait kasus dugaan korupsi. Penggeledahan dilakukan karena pihak desa tidak kooperatif.

Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo mengatakan penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan penerimaan hasil desa maupun pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2014-2019.

"Kenapa kita melakukan upaya penggeledahan. Jadi dari proses surat perintah penyidikan mulai bulan April 2022 kemarin tim penyidik itu mengalami kesusahan atau kesulitan dalam hal mendapatkan beberapa dokumen yang dianggap penting kaitanya dengan pembuktian," kata Agung kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Menurut Agung, selama proses penyidikan, Pemerintah Desa Batangsaren, Kauman dinilai tidak kooperatif, karena sejumlah dokumen yang dibutuhkan tidak diberikan.

Dalam penggeledahan paksa kali ini tim penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, perangkat komputer hingga stempel yang diduga dipalsukan.

"Dokumennya sangat banyak sekali kalau jumlahnya kontainer boks sekitar 3 dan ada beberapa seperti PC juga kita lakukan penyitaan," jelasnya.

Agung menambahkan sejumlah dokumen yang disita antara lain surat pertanggungjawaban (SPJ), dokumen Rencana Anggaran Belanja (RAB), kwitansi penggunaan anggaran pada masa anggaran 2014-2019.

Seluruh barang bukti langsung diangkut menggunakan minibus untuk dibawa ke kantor Kejari Tulungagung.

Sementara itu Kepala Desa Batangsaren, Ripangi membenarkan adanya penggeledahan dari penyidik kejaksaan. Pihaknya mengaku koorperatif dengan proses penyidikan yang dilakukan kejaksaan.

"Kita harus kooperatif, ini tadi beliaunya Bapak Kajari sudah kulonuwun (permisi) bahwasannya akan membutuhkan dokumen yang dibutuhkan. Jadi kita siap saja. Itu tadi yang dibawa banyak. Saya tidak tahu itemnya tapi berkas-berkas banyak sekali," kata Ripangi.

Sebelumnya, Kejari Tulungagung melakukan penyidikan terhadap penggunaan anggaran Desa Batangsaren tahun 2014-2019, karena ditemukan dugaan tidak pidana korupsi.

Dalam perkara ini penyidik telah melakukan pemeriksaan puluhan saksi. Modus dugaan korupsi yang dilakukan dengan tidak mencatatkan hasil penyewaan tanah aset desa dalam APBDes.



Simak Video "Kades di Mamasa Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 748 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)