8 Pesilat Mabuk Diringkus Usai Aniaya Satu Keluarga di Jombang

8 Pesilat Mabuk Diringkus Usai Aniaya Satu Keluarga di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 20:36 WIB
Pesilat yang menjadi tersangka saat dalam keadaan mabuk melukai 1 keluarga
Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim
Jombang -

Polisi meringkus 8 pesilat mabuk yang berbuat onar di Desa Kauman, Kabuh, Jombang. Ulah para pelaku melukai satu keluarga yang terdiri dari 3 orang.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan pengeroyokan terjadi pada Minggu (25/9/2022).

Awalnya sebanyak 20 pesilat berkonvoi dari arah Kecamatan Kudu menuju Kabuh usai menonton konser dangdut.

Saat melintas di Desa Kauman, rombongan konvoi salah satu perguruan silat bentrok dengan warga. Oknum pesilat itu berulah dalam kondisi mabuk.

"Diduga pada saat acara melakukan minum-minuman keras. Sehingga yang awalnya bertujuan pulang akhirnya terjadi bentrok," kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Rabu (28/9/2022).

Bentrokan itu, kata Giadi membuat 3 warga satu keluarga terluka. Yaitu M Slamet (49), istrinya Yunita (32), dan putrinya bernama Abel Agustin (17).

"Korban luka ada yang dilarikan ke rumah sakit, tapi saat ini dalam kondisi pemulihan," terangnya.

Kejadian itu kemudian diselidiki Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Kabuh. Usai penyelidikan polisi meringkus 8 oknum pesilat tersebut.

Tapi hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Yaitu Fendi Widarto (30), warga Dusun Jalak, Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh. 7 lainnya dikenakan wajib lapor.

"Tersangka kami lakukan penahanan di Rutan Polres Jombang, 7 orang lainnya kami minta wajib lapor sambil kami dalami peran masing-masing," katanya.

Fendi dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Hukuman 6 tahun tahun penjara sedang menantinya.



Simak Video "Akhir Pelarian Ayah di Jombang Usai Tabrak Lari Anak Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)