Pengacara Korban Mas Bechi: Saksi Ahli Tak Paham Kekerasan Seksual

Pengacara Korban Mas Bechi: Saksi Ahli Tak Paham Kekerasan Seksual

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 17:30 WIB
Mas Bechi jalani sidang di PN Surabaya
Foto dokumen Mas Bechi. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Pengacara korban kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Jombang menanggapi pernyataan saksi ahli yang dihadirkan pengacara terdakwa Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi. Saksi ahli itu menyebutkan bahwa unsur pidana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terpenuhi.

Saksi ahli itu adalah Prof Dr Suparji Ahmad. Ia merupakan Ketua Senat Akademik Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta. Ia menegaskan bahwa perbuatan terdakwa tidak sesuai dakwaan dan pasal yang dikenakan oleh JPU dalam dakwaan, yakni pasal 285, 289, maupun 294 KUHP.

"(Pasal) 285 kan harus ada perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa itu mengancam kekerasan atau ada unsur kekerasan. Kalau lihat dari kronologisnya tidak ada tindakan atau ancaman kekerasan untuk dilakukan persetubuhan atau pencabulan," ujar Suparji usai sidang, Selasa (27/9/2022).

Pengacara sekaligus pendamping korban, Ana Abdillah menyebut bahwa keterangan saksi ahli yang dihadirkan Mas Bechi itu membuat proses persidangan berjalan mundur. Padahal, kata dia, bila berkas perkara sudah sampai di persidangan artinya JPU sudah percaya diri dengan dakwaan itu.

"Hemat kami, ahli pidananya tidak memahami perspektif pembuktian kasus kekerasan seksual. Materi atau unsur yang dijeratkan kepada terdakwa sudah cukup membuktikan kalau terdakwa itu pelakunya. Apalagi korbannya tidak hanya satu, kan?" kata Ana Abdillah.

Tidak seperti yang disebutkan oleh Gede Pasek, Ana menyebutkan bahwa dalam persidangan yang berlangsung tertutup itu tidak hanya terlapor yang mengaku sebagai korban. Tapi juga ada sejumlah saksi lainnya yang mengaku sebagai korban. Padahal Pasek menyebutkan kesaksian korban hanya tunggal.

"Kan, tidak hanya pelapor saja yang mengaku menjadi korban. Sudah dikuatkan saksi lain yang mengaku korban. Ini ada upaya untuk mengarahkan pada paradigma agar masyarakat melihat kekerasan seksual ini suka sama suka," kata perempuan yang juga Direktur Women Crisis Center (WCC) Jombang itu.

Tidak hanya Ana, penasihat hukum korban kekerasan seksual di Ponpes Shiddiqiyyah Nun Sayuti juga angkat bicara. Ia enggan menanggapi statemen saksi ahli dalam sidang kali ini karena itu mewakili terdakwa. Sebab yang menghadirkan saksi ahli itu adalah kuasa hukum terdakwa.

"Terserah, mereka mau bicara apa. Itu (ahli pidana) yang menghadirkan, kan, dari pihak terdakwa. Tentu (saya) tidak (mau) menanggapi apapun statemennya," kata Nun saat dikonfirmasi detikJatim.

Ia menyatakan, selama ini seluruh keterangan dari saksi yang dihadirkan JPU sudah memperkuat dakwaan. Begitu pula dengan fakta persidangan selama berlangsung di Ruang Cakra, PN Surabaya. "Selama proses persidangan, ada korban dan saksi yang menguatkan keterangan korban," ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap tuntutan dan keputusan hakim sesuai harapan pihaknya. Dengan begitu, korban mendapat keadilan yang seadil-adilnya. "Sudah kami hadirkan semua (saksi), kami sangat optimis hakim memutuskan sesuai harapan kita," tuturnya.



Simak Video "Mas Bechi Terdakwa Kasus Pemerkosaan Santriwati Divonis 7 Tahun Bui!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)