Pernah Minta Disampaikan ke Timsus, Kini Polri Bantah Isu Kakak Asuh Sambo

Kabar Nasional

Pernah Minta Disampaikan ke Timsus, Kini Polri Bantah Isu Kakak Asuh Sambo

Tim detikNews - detikJatim
Minggu, 25 Sep 2022 12:21 WIB
Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo saat kunjungan di Polda Jatim
Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo saat kunjungan di Polda Jatim (Dok. Humas Polda Jatim)
Surabaya -

Guru besar politik dan keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai Ferdy Sambo masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam proses hukum kasus pembunuhan terhadap Brigadi Yosua Hutabarat atau Brigadir J karena ada kekuatan dari kakak asuh. Ini karena Ferdy Sambo merasa dibekingi kakak asuh dan adik asuhnya.

Pria yang juga penasihat ahli Kapolri itu menilai adanya perbedaan kartun rekonstruksi dengan tayangan langsung rekonstruksi pembunuhan Yosua. Muradi menyebut ada upaya Ferdy Sambo untuk memperingan hukuman dengan menolak telah melakukan penembakan saat rekonstruksi digelar beberapa waktu lalu.

"Kartun rekonstruksi itu kan Bareskrim menyatakan ada FS menembak dua kali. Tapi kan begitu rekonstruksi ditolak bahwa dia tidak menembak dan dia tidak mengatakan ada upaya kemudian meminta Brigadir E untuk melakukan penembakan, bahasanya kan bukan menembak, hajar, hajar kan gitu," kata Muradi seperti dilansir detikNews, Minggu (25/9/2022).

"Saya kira kemudian muncul ada upaya dari FS ini untuk memperingan hukuman seolah-olah dia tidak mengarahkan upaya pembunuhan atau penembakan tadi. Di situ saja saya merasa, dia masih merasa confidence ada dukungan dari kakak asuh maupun adik asuh," lanjutnya.

Muradi tidak menyebut siapa sosok kakak asuh dan adik asuh yang dimaksud. Namun dia menyampaikan kakak asuh tersebut berperan penting dalam karier Ferdy Sambo hingga melejit menjadi bintang dua.

"Dari mulai naik bintang satu, bintang dua, itu kan kakak asuhnya yang melakukan itu. Lumayan banyak (Kakak asuh dan adik asuh), ada bintang dua, bintang satu yang aktif. Ada yang sudah pensiun ada, tapi kan nggak terlalu berpengaruh juga (terhadap perkara)," ujarnya.

Muradi hanya mengingatkan adanya beking Ferdy Sambo dari kakak asuh dan adik asuh agar proses hukum kasus pembunuhan Brigadir Yosua tidak menimbulkan perlawanan. Menurutnya, dengan Ferdy Sambo mengubah BAP, sama dengan melakukan perlawanan.

"Paling tidak langkahnya harus sistematis, sehingga beberapa orang yang dianggap kakak asuh-adik asuh itu kemudian bisa kembali fokus pada organisasi, bukan orang per orang. Bahasanya kan bisa dimutasi dulu supaya tidak melakukan manuver untuk memperkuat perlawanan dari FS. Ya dimutasi atau di-grounded dululah 3 bulan (atau) 6 bulan. Kalau prosesnya berjalan dan terbukti tidak punya keterlibatan aktif, dikembalikan lagi ke posisi," ucapnya.

Respons Polari soal Kakak Asuh-Adik Asuh

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo enggan bicara banyak soal adanya kakak asuh Ferdy Sambo. Menurut dia, temuan itu ada baiknya disampaikan ke tim khusus.

"Silakan sampaikan saja ke timsus," kata Dedi.

Dedi mengatakan timsus bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum. Dia tidak mau mengomentari lebih lanjut soal dugaan adanya sosok kakak dan adik asuh Ferdy Sambo.

"Timsus bekerja berdasarkan fakta-fakta hukum," ucap Dedi.

Selanjutnya, Polri membantah dugaan adanya kakak asuh dan adik asuh Sambo