Pilu Bocah Asal Manado Tewas Diperkosa, Ibu Ngadu Hotman Paris di Surabaya

Pilu Bocah Asal Manado Tewas Diperkosa, Ibu Ngadu Hotman Paris di Surabaya

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Sabtu, 24 Sep 2022 15:52 WIB
Hotman 911 di Surabaya
Ibu korban pemerkosaan di Manado mengadu ke Hotman Paris (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Kasus anak perempuan berusia 10 tahun yang diklaim mengalami leukimia asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut) kembali mencuat. Sebab, hak dan proses hukum anak perempuan yang tewas diduga diperkosa itu masih diperjuangkan oleh ibu korban, Heidy Said (34).

Hari ini, Heidy tampak membawa beberapa berkas laporan dan bukti yang telah diperolehnya. Lalu, ia mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang sedang berada di Surabaya.

Heidy mengatakan, kuat dugaan putrinya berinisial I menjadi korban pemerkosaan dan dianiaya. Bahkan, sempat dibawa ke RS Eling pada 28 Desember 2021 silam di Manado, Sulut.

"Semula saya kira I ini mengalami menstruasi dan keluar darah dari vagina pas usia 10 tahun, karena berlebihan darahnya lalu kami bawa ke rumah sakit itu. Setelah diperiksa, dinyatakan dokter ada sobekan di selaput darah dan memar di bagian tubuh, kemudian meninggal dunia 24 Januari 2022," kata Heidy saat mengadu di forum Hotman 911 yang digelar di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (24/9/2022).

Namun, ia mengaku terkejut ketika mendapat informasi dari polisi bila putrinya meninggal dunia karena mengidap leukimia stadium 4. Bahkan, hal itu disebutnya telah diumumkan saat konpers dari kepolisian.

"Saya kaget, lalu saya lapor setelah itu (tahu putrinya diklaim mengidap leukimia), pas datang langsung menanyakan ke dokter apa benar seperti itu?" ujarnya.

Kemudian, Heidy masih berupaya memperjuangkan hak anaknya. Bahkan, ia mengaku lebih mempercayai dokter yang menyebut hasil pemeriksaan putrinya tak bisa keluar dalam waktu singkat.

"Pihak rumah sakit sebut hasilnya masih lama karena untuk mengecek prosesnya lama, paginya meninggal dan kami kaget, sedangkan dokter bilang hasilnya tidak secepat itu," lanjutnya.

Mendengar hal itu, Hotman langsung mempertanyakan perihal kematian I. Menurutnya, kronologi dan pernyataan dari kepolisian dinilai janggal.

"Press release-nya meninggal karena leukimia, kenapa diumumkan leukimia? Lalu, sempat menyebutkan dua nama oknum polisi yang menganiaya?," tanya Hotman.

"Iya, tanggal 29 Januari 2022 pagi, lalu menyebutkan ada 2 nama dan menelepon Polresta Manado. Lalu saya panggil polisi biar lebih jelas, 3 hari sebelum meninggal Pak Kapolda Sulut dan Kapolres Manado datang bertemu langsung dengan dia (I), lalu menyebutkan 2 nama itu, sampai keluar di berita juga," sahut Heidy.

Ibu korban minta putrinya diautopsi. Baca halaman selanjutnya!