Pengakuan Pria Pencuri Celana Dalam Milik Mantan Istri, Masih Sayang

Pengakuan Pria Pencuri Celana Dalam Milik Mantan Istri, Masih Sayang

Eko Sudjarwo - detikJatim
Jumat, 23 Sep 2022 18:43 WIB
Restorative Justice terhadap pria yang mencuri CD mantan istrinya
SL pencuri celana dalam milik mantan istrinya yang dibebaskan dengan restorative justice. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Lamongan -

Warga Dusun/Desa Simbatan, Sarirejo, Lamongan bernama SL (40) beruntung aksinya mencuri HP dan celana dalam mantan istrinya NA (33) tidak sampai membuatnya dipidana 5 tahun penjara. Kejari Lamongan menerapkan restorative justice sehingga dirinya dibebaskan dari segala tuntutan.

Meski demikian, atas perbuatannya yang nekat itu, SL harus menerima konsekuensi sempat merasakan dinginnya jeruji tahanan sejak 26 Agustus 2022 hingga 14 September 2022. Ia pun perlu berterima kasih kepada NA, mantan istrinya yang telah berbesar hati mau memaafkan perbuatannya.

Sebenarnya apa yang mendorong SL melakukan perbuatan itu? Kepada penyidik dan juga kepada jaksa yang nyaris memproses perkaranya ke meja hijau SL mengaku dia tadinya ingin mengambil ijazahnya. Tiba-tiba saja dirinya punya niat mengembat HP serta nekat mencuri 7 celana dalam milik mantan istrinya.

"Pelaku mengaku ia mencuri barang-barang milik korban karena sakit hati dan cemburu kepada mantan istrinya itu karena telah menceraikannya. Padahal, pelaku mengaku kalau masih sayang kepada korban," kata Kasi Pidum Kejari Lamongan Agung Rokhaniawan kepada detikJatim, Jumat (23/9/2022).

Ya, seperti yang dijelaskan oleh Agung, pelaku SL tergerak untuk mengambil HP serta mencuri 7 celana dalam milik NA mantan istrinya karena sakit hati sekaligus masih sayang. Ia sakit hati NA meminta diceraikan tahun lalu hingga mereka benar-benar berpisah padahal dirinya masih sayang.

Seperti diceritakan kembali oleh Agung, kasus pencurian HP dan celana dalam milik NA oleh SL terjadi pada Minggu (10/7) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Berdasarkan pengakuan SL kepada penyidik, tadinya pelaku masuk ke rumah mantan istrinya yang masih di desa yang sama berniat mengambil ijazahnya.

Kebetulan saat itu rumah itu tidak terkunci sementara penghuninya sedang tidak ada di rumah. Begitu masuk ke dalam rumah yang pernah ia tinggali bersama NA itu SL mengaku berusaha mencari ijazahnya tapi tidak berhasil menemukannya. Hingga tiba-tiba saja niat SL mencari ijazah itu berubah 180 derajat.

Pria itu kalap ketika melihat sebuah handphone merk Samsung warna hitam milik mantan istrinya yang ngotot meminta diceraikan pada 2021. SL pun gelap mata mengambil HP yang kebetulan tergeletak di atas meja tersebut.

Tidak hanya mengambil HP, SL juga mengambil 7 lembar celana dalam milik NA. Setelah itu pelaku pulang ke rumahnya dan menyimpang barang-barang milik mantan istrinya itu di kandang bebek.

Namun, serapi apapun SL menyembunyikan HP dan CD milik istrinya, aksinya tetap ketahuan. NA melaporkan SL ke polisi hingga para penegak hukum itu meringkus dan menahan SL sejak 26 Agustus 2022.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP. Ancaman 5 tahun penjara, tetapi kami telah memberikan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) dihentikan sebelum kami ajukan sebelum sidang," ujarnya.

Kejari Lamongan menghentikan penuntutan karena menerapkan RJ dengan pertimbangan nilai keadilan di masyarakat dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Hasil mediasi antara korban dan pelaku pun telah disetujui oleh Kejaksaan Agung.

"Kedua belah pihak juga sudah saling memaafkan. Pelaku juga telah meminta maaf dan menyadari kesalahannya, pada 14 September kami keluarkan. Setelah ini kami berharap berharap agar SL bisa kembali ke masyarakat dan bekerja seperti sedia kala," ujar Agung.



Simak Video "Geger Teror Pencurian Pakaian Dalam di Banyuwangi, Aksi Pelaku Terekam CCTV"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)