MUI Yakin Ada Lebih dari 4 Penetapan Nikah Beda Agama di Indonesia

MUI Yakin Ada Lebih dari 4 Penetapan Nikah Beda Agama di Indonesia

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 22 Sep 2022 20:15 WIB
Ilustrasi pernikahan beda agama.
Ilustrasi pernikahan beda agama. (Foto: Edi Wahyono/detikJatim)
Surabaya -

Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Fal. Arovah angkat bicara soal penetapan pernikahan beda agama oleh Pengadilan Negeri (PN) di Indonesia. Ia meyakini bahwa penetapan atas permohonan izin pernikahan beda agama lebih dari 4 perkara, seperti yang selama ini diketahui.

Berdasarkan data yang diperoleh detikJatim, ada 4 penetapan pernikahan beda agama di Indonesia. 3 di antaranya di PN Surabaya, sedangkan 1 lainnya di PN Jakarta Selatan.

Hal itu dibenarkan Arovah. Bahkan ia menganggap hal serupa masih banyak dan berlangsung di Indonesia dan yang mencuat ke publik serta terekspos hanya 4 permohonan tersebut.

"Sebenarnya (permohonan penetapan nikah beda agama) sudah banyak, lebih dari 4. Pada hakikatnya, perkawinan beda agama itu banyak dilakukan orang (pasangan), meski tanpa (penetapan dari) PN," ujarnya saat dikonfirmasi detikJatim melalui seluler, Kamis (22/9/2022).

Karena itulah ia ingin agar pemerintah dan hakim benar-benar memberikan atensi pada permasalahan tentang pernikahan beda agama ini. Supaya penetapan yang senada tidak terulang kembali di kemudian hari.

Sebagai perwakilan dari MUI dirinya mengaku mengapresiasi dan mendukung upaya 4 penggugat penetapan pernikahan beda agama di PN Surabaya. Menurutnya, penetapan yang diberikan hakim itu tidak sesuai UU Perkawinan dan syariat Islam, begitu pula dengan beberapa keyakinan lain di tanah air.

"Saya pribadi menganggapnya ada hal yang unik terkait dalil gugatannya," ujarnya. "Kami ajukan 2 orang ahli (saat sidang replik di PN Surabaya)."

Arovah menegaskan pihaknya telah mengajukan 2 ahli untuk mendukung gugatan penetapan pernikahan beda agama di PN Surabaya. Seluruhnya, telah memberikan keterangan dalam sidang replik atau jawaban dari penggugat.

"Sebelumnya kami mengajukan 2 ahli, untuk menguatkan pendapat kami bahwa pendapat nikah beda agama dilarang," kata Arovah.



Simak Video "PN Surabaya Sahkan Nikah Beda Agama, Ma'ruf Amin: Tidak Boleh"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)