Muncikari di Kasus Sodomi Pejabat Kejari Bojonegoro Dituntut 1 Tahun Bui

Muncikari di Kasus Sodomi Pejabat Kejari Bojonegoro Dituntut 1 Tahun Bui

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 21 Sep 2022 19:19 WIB
Pengadilan Negeri Jombang
Pengadilan Negeri Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang -

Muncikari yang menyediakan remaja laki-laki untuk disodomi AH, Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif, dituntut 1 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa 6 bulan pelatihan kerja.

Sidang pembacaan tuntutan untuk si mucikari digelar tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Karena terdakwa maupun para korban masih berusia anak-anak. Materi tuntutan dibacakan JPU Endang Dwi Rahayu sekitar pukul 10.30-11.00 WIB.

Kepala Kejari Kabupaten Jombang Tengku Firdaus mengatakan remaja laki-laki berusia 17 tahun itu dinilai terbukti melanggar pasal 88 juncto pasal 76I UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pihaknya juga meminta majelis hakim memberikan hukuman tambahan kepada siswa kelas 11 SMK swasta di Jombang tersebut.

"Terhadap terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun dan pidana tambahan wajib mengikuti pelatihan kerja di Dinas Sosial Kabupaten Jombang selama 6 bulan," kata Firdaus kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Tuntutan yang diajukan JPU terhadap si mucikari jauh lebih ringan jika dibandingkan ancaman pidana pasal 88 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman bagi pelanggar pasal ini yakni maksimal 10 tahun penjara dan atau denda Rp 200 juta.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu dia anak-anak dan masih berstatus pelajar aktif, adanya surat pernyataan perdamaian dari korban, serta terdakwa menyesal dan mengakui perbuatannya," jelas Firdaus.

Kuasa Hukum terdakwa Achmad Umar Faruk bakal mengajukan pledoi atau pembelaan untuk kliennya pada sidang berikutnya, Kamis (22/9/2022). "Pembelaan untuk terdakwa pada intinya terdakwa adalah anak-anak, kalau bisa dikembalikan kepada orang tuanya," tandasnya.

AH diringkus polisi karena diduga mencabuli seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamar sebuah hotel kelas melati di Jombang pada Kamis (18/8) dini hari. Polisi juga meringkus seorang mucikari di Hotel tersebut. Si muncikari adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun yang tak lain kakak kelas korban di SMK swasta Jombang.

Polisi telah menetapkan AH sebagai tersangka pencabulan anak di bawah umur. Kasi Barang Bukti Kejari Bojonegoro nonaktif ini diduga mencabuli remaja laki-laki yang baru berusia 16 tahun. Pria beristri asal Jombang ini dijerat dengan pasal 82 juncto pasal 76E UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

AH ditahan di Rutan Polres Jombang setelah diperiksa sebagai tersangka. Sedangkan si muncikari saat ini ditahan di Lapas Kelas IIB Jombang. Korban pencabulan yang diduga dilakukan AH ternyata berjumlah 4 remaja laki-laki. Salah satunya si muncikari sendiri.



Simak Video "Bejat! Tukang Cukur Rambut di Gorontalo Sodomi Anak di Bawah Umur"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)