Detik-detik Pria Diusir karena 'Loyo' Lalu Curi HP Wanita Open BO

Detik-detik Pria Diusir karena 'Loyo' Lalu Curi HP Wanita Open BO

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 19 Sep 2022 20:30 WIB
Aplikasi Michat
Ilustrasi. (Foto: Amir Baihaqi/detikJatim)
Surabaya -

Terdakwa kasus dugaan pencurian HP seorang wanita open BO dituntut 8 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang Pengadilan Negeri Surabaya. Ia disebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pidana pencurian itu.

"Terdakwa Dimas Rizkilillah Pratama terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 8 bulan dikurangi masa penahanan," kata Jaksa Penuntut Umum Anang Arya Sukma Dinata Kasuma, di Ruang Candra PN Surabaya, Senin (19/9/2022).

Anang menyampaikan tuntutan itu saat sidang kasus dugaan pencurian yang terjadi di Hotel Max-One Tidar, Surabaya. Anang sebagai JPU juga menyampaikan agar barang bukti HP yang dicuri terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya.

"Menyatakan barang bukti berupa 1 buah handphone dikembalikan pada saksi korban," lanjutnya.

Berdasarkan surat dakwaan JPU, diketahui bahwa peristiwa pencurian HP itu terjadi pada Minggu (5/6). Malam itu sekitar pukul 21.30 WIB, terdakwa bernama Dimas itu masih berada di tempat kerjanya, di salah satu tenan di Tunjungan Plaza Surabaya.

Mengaku iseng-iseng, ia membuka aplikasi Michat. Di aplikasi percakapan itu dia menemukan wanita bernama APM alias Angelina yang sedang open BO. Percakapan berlanjut hingga tawar menawar harga. Keduanya sepakat layanan seks 1 jam di Hotel Max-One, Tidar, Surabaya dengan tarif Rp 400 ribu.

Segera saja sepulang kerjaDimas datang ke hotel yang telah disepakati. Dia pun bertemu dengan Angelina yang ternyata tidak sendiri. Wanita yang datang bersama 2 rekannya itu minta dibayar di depan. Tak ada persoalan tentang itu, keduanya pun melakukan hubungan intim di kamar 619.

Pada saat itulah Angelina kecewa karena Mr P milik Dimas tidak bereaksi. Seketika Angelina menyuruh terdakwa pergi dari hotel itu. Namun, Dimas yang merasa belum dilayani maksimal merasa tak terima bila layanan seks itu diakhiri secara sepihak.

Dimas pun meminta Angelina mengembalikan uang Rp 400 yang sudah ia bayarkan. Tapi Angelina tak mengacuhkannya, hingga terjadilah adu mulut antara terdakwa dengan korban. Kedua rekan korban pun turut serta dalam cekcok itu sehingga Dimas terpojok.

Karena merasa tidak dapat solusi dan uangnya tidak dikembalikan, Dimas yang masih ada di dalam kamar melihat HP Oppo A5S milik Angelina yang tergeletak di atas ranjang langsung memutuskan sesuatu. Seketika Dimas mengambilnya.

Terdakwa menyimpan HP itu di saku celana bagian belakang sisi kanan. Kemudian ia hendak pergi dari hotel itu. Tapi apes, sebelum keluar dari kamar itu Angelina yang sadar HP-nya hilang seketika berteriak 'maling'.

Terdakwa Dimas sempat berupaya kabur, tapi rekan Angelina berhasil mencegatnya hingga dirinya diamankan di Lobby Hotel. Niatnya mengambil HP milik Angelina sebagai pengganti uang Rp 400 ribu karena merasa tidak dilayani maksimal itu berujung pidana. Ia diringkus petugas Polsek Sawahan Surabaya lalu diancam dengan Pasal 362 KUHP terkait pencurian.



Simak Video "Bikin Laper: Bebek Papin Surabaya yang Lembut Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)