Gagal Bercinta hingga Diusir karena 'Loyo', Pria Ini Curi HP Wanita Open BO

Gagal Bercinta hingga Diusir karena 'Loyo', Pria Ini Curi HP Wanita Open BO

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 19 Sep 2022 16:24 WIB
Sidang perkara pencurian HP wanita open BO oleh pria yang kecewa tidak dilayani maksimal.
Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Seorang pria terdakwa pencurian handphone dituntut 8 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Surabaya. Menurut JPU, pria itu disebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian HP milik seorang wanita Open BO.

"Terdakwa Dimas Rizkilillah Pratama Bin Edi Suyanto terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 8 bulan dikurangi masa penahanan," kata Jaksa Penuntut Umum Anang Arya Sukma Dinata Kasuma, di Ruang Candra PN Surabaya, Senin (19/9/2022).

Anang menyampaikan tuntutan itu dalam dalam sidang dakwaan kasus dugaan pencurian yang terjadi di Hotel Max-One Tidar, Surabaya. Anang sebagai JPU juga menyampaikan agar barang bukti HP yang dicuri terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya.

"Menyatakan barang bukti berupa 1 buah handphone dikembalikan pada saksi korban," lanjutnya.

Berdasarkan surat dakwaan tersebut, perkara yang menjerat pria bernama Dimas itu terjadi pada Minggu (5/6/2022) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Terdakwa yang diketahui bekerja di salah satu Outlet di Tunjungan Plaza iseng-iseng menggunakan aplikasi MiChat.

Ia pun terhubung dengan salah satu wanita bernama APM alias Angelina. Lewat aplikasi perpesanan itu keduanya menyepakati transaksi selama 1 jam dengan tarif Rp 400 ribu di Hotel Max-One, Tidar, Surabaya.

Bertemu lah terdakwa dengan korban. Tidak sendirian, korban Angelina saat itu datang bersama 2 rekannya yakni NA dan MC. Korban pun meminta terdakwa agar membayar tarif Rp 400 ribu di awal sebelum layanan dimulai.

Awalnya semua berjalan lancar. Terjadi lah hubungan intim keduanya di kamar Nomor 619. Namun, berdasarkan surat dakwaan yang sama, Angelina mengaku kecewa karena Mr P Dimas tidak bereaksi. Angelina pun menyuruh terdakwa pergi.

Namun, Dimas yang merasa belum dilayani maksimal merasa tidak terima bahwa layanan itu diakhiri secara sepihak. Dimas langsung meminta Amalia mengembalikan uang Rp 400 yang sudah ia bayarkan.

Anglina tidak mengindahkan. Terjadilah adu mulut antara terdakwa dengan korban. Kedua rekan korban pun turut serta dalam cekcok tersebut berupaya memojokkan terdakwa.

Karena merasa tidak mendapat solusi dan uangnya tidak dikembalikan, Dimas yang masih berada di dalam kamar melihat HP Oppo A5S milik Angelina yang tergeletak di atas ranjang. Seketika Dimas mengambil dan menyimpannya di saku celana bagian belakang sisi kanan sebelum keluar dari kamar itu.

Saat terdakwa hendak keluar dari kamar hotel itu Angelina menyadari bahwa HP-nya hilang. Seketika itu dirinya dan rekan-rekannya meneriaki terdakwa 'maling'. Terdakwa Dimas sempat berupaya kabur, tapi rekan Angelina berhasil mencegat hingga terdakwa diamankan petugas keamanan di Lobby Hotel.

Niatnya mengambil HP milik Angelina sebagai pengganti uang Rp 400 ribu karena merasa tidak dilayani dengan baik berujung pidana. Saat itu Dimas langsung diringkus petugas Polsek Sawahan Surabaya. Akibat ulahnya Dimas diancam Pasal 362 KUHP terkait pencurian.



Simak Video "Warung Sekitar PN Surabaya Tutup Saat Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)