Pencuri HP Wanita Open BO di MiChat Dituntut 8 Bulan Penjara

Pencuri HP Wanita Open BO di MiChat Dituntut 8 Bulan Penjara

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 19 Sep 2022 18:19 WIB
Sidang perkara pencurian HP wanita open BO oleh pria yang kecewa tidak dilayani maksimal.
Sidang pencurian HP wanita open BO oleh pria yang kecewa tidak dilayani maksimal (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Terdakwa kasus dugaan pencurian handphone seorang wanita open BO akhirnya dituntut 8 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang Pengadilan Negeri Surabaya. Ia dianggap terbuksi secara sah dan meyakinkan melakukan pidana pencurian tersebut.

"Terdakwa Dimas Rizkilillah Pratama ... terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara 8 bulan dikurangi masa penahanan," kata Jaksa Penuntut Umum Anang Arya Sukma Dinata Kasuma, di Ruang Candra PN Surabaya, Senin (19/9/2022).

Anang menyampaikan tuntutan itu saat sidang dakwaan kasus dugaan pencurian yang terjadi di Hotel Max-One Tidar, Surabaya. Anang sebagai JPU juga menyampaikan agar barang bukti HP yang dicuri terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya.

"Menyatakan barang bukti berupa 1 buah handphone dikembalikan pada saksi korban," lanjutnya.

Pria bernama Dimas itu diduga mencuri HP seorang wanita Open BO usai menyepakati layanan esek-esek di aplikasi Michat. Ia iseng-iseng membuka Michat dan menemukan Angelina selaku korban pencurian saat sedang berada di tempat kerjanya di Tunjungan Plaza Surabaya Minggu (5/6/2022) malam pukul 21.30 WIB.

APM alias Angelina menawarkan harga hingga keduanya menyepakati transaksi hubungan badan selama 1 jam di Hotel Max-One, Tidar, Surabaya dengan tarif Rp 400 ribu. Saat bertemu, korban meminta terdakwa agar membayar tarif Rp 400 ribu di awal sebelum layanan dimulai.

Awalnya semua berjalan lancar. Terjadi lah hubungan intim keduanya di kamar Nomor 619. Namun, berdasarkan surat dakwaan yang sama, Angelina mengaku kecewa karena Mr P Dimas tidak bereaksi. Angelina pun menyuruh terdakwa pergi.

Namun, Dimas yang merasa belum dilayani maksimal merasa tak terima layanan itu diakhiri sepihak. Dimas pun meminta Angelina mengembalikan uang Rp 400 yang sudah ia bayarkan. Tapi Angelina tidak mengindahkan. Terjadilah adu mulut antara terdakwa dengan korban.

Kedua rekan korban turut serta dalam cekcok itu. Karena merasa tidak mendapat solusi dan uangnya tidak dikembalikan, Dimas yang masih berada di dalam kamar melihat HP Oppo A5S milik Angelina yang tergeletak di atas ranjang. Seketika Dimas mengambilnya.

Terdakwa menyimpan HP itu di saku celana bagian belakang sisi kanan. Ia pun bermaksud pergi dari hotel itu. Tapi sebelum keluar dari kamar itu Angelina yang sadar HP-nya hilang seketika berteriak 'maling'. Terdakwa Dimas sempat berupaya kabur, tapi rekan Angelina berhasil mencegat hingga diamankan di Lobby Hotel.

Niatnya mengambil HP milik Angelina sebagai pengganti uang Rp 400 ribu karena merasa tidak dilayani dengan baik berujung pidana. Saat itu Dimas langsung diringkus petugas Polsek Sawahan Surabaya. Akibat ulahnya Dimas diancam Pasal 362 KUHP terkait pencurian.



Simak Video "Warung Sekitar PN Surabaya Tutup Saat Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)