Pengacara Sebut 3 Saksi A De Charge Untungkan Mas Bechi, JPU: Biasa Itu

Pengacara Sebut 3 Saksi A De Charge Untungkan Mas Bechi, JPU: Biasa Itu

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 15 Sep 2022 23:45 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Sidang lanjutan Mas Bechi alias MSAT kembali bergulir. Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi a de charge atau saksi yang meringankan.

JPU Ahmad Jaya mengatakan ada 3 saksi a de charge yang dihadirkan. Saat sidang, salah satu saksi sempat menyodorkan bukti foto.

Tak hanya itu, saksi itu juga menunjukkan rekaman video korban. Menurutnya, video dan foto itu dianggap kontras dengan laporannya perihal dugaan asusila.

"Iya, ada 3 saksi a de charge yang dihadirkan (di PN Surabaya)," kata Ahmad kepada awak media. Kamis (15/9/2022).

Ahmad menjelaskan, 3 saksi yang dihadirkan tertuang dalam berkas acara pemeriksaan (BAP). "Memang ada dalam berkas (BAP)," tuturnya.

Menurut Ahmad, saksi a de charge kali ini memberikan keterangan yang bisa meringankan Mas Bechi. Ia mengklaim, hal itu lumrah.

Ahmad menilai, saksi ade charge seyogyanya menjadi bagian dari hak terdakwa. Termasuk, keterangan dan pembuktian perihal kesaksiannya dalam sidang.

"Biasa itu (menguntungkan Mas Bechi)," ujarnya.

Sedangkan, Ketua Tim Pengacara Mas Bechi, Gede Pasek Suardika menegaskan, 3 saksi a de charge yang dihadirkan JPU dianggap menguntungkan. Pun saat memperkuat keterangan.

Gede menyatakan, salah satu saksi yang disebut JPU menyodorkan bukti video dan foto tentang keadaan korban pada hari yang sama saat mengaku terjadi tindakan asusila oleh Mas Bechi benar adanya.

"Salah satu saksi menyodorkan gambar yang memperlihatkan korban sedang beraktivitas di klinik kesehatan. Di hari yang sama, saat melaporkan telah dilecehkan Mas Bechi," katanya.

"Keterangan 3 saksi ini cukup meringankan ya," lanjutnya.

Ihwal gambar yang dimaksud, Gede menegaskan, korban terlihat tak mengalami tekanan mental, seperti halnya korban yang baru saja mengalami pelecehan seksual. Begitu juga dengan situasi yang ia sebut tengah mendapat bimbingan dari seniornya. Tepatnya, gambar itu diambil pada 18 Mei 2017, hari dimana korban mengaku mengalami pelecehan.

"Tidak tampak sama sekali tertekan sebagaimana orang yang baru saja dapat pelecehan. Dia sedang dapat bimbingan dari seniornya di klinik, lokasinya di teras, ada satu adegan dimana dia (korban) tertawa," ujar dia.

Justru, lanjut Gede, dari para saksi itu lah diketahui bila terjadi aksi sosial yang sering dilakukan kliennya. Seperti ketika ada pasien yang dianggap tak bisa disembuhkan kliniknya, lalu Mas Bechi memfasilitasi dan mengantar pasien ke rumah sakit. Lalu, seluruh biaya pasien ditanggung Mas Bechi. Seluruh penjelasan itu pun disampaikan 3 saksi saat sidang.

Soal interview yang selama ini disoal, Gede menerangkan 3 saksi menyebut bila proses interview dilakukan siang hari di teras Gubuk Cokro terapi. Durasinya pun, hanya berkisar sekitar 10 hingga 15 menit saja.

"Banyak saksi sampaikan melihat korban yang sama dengan yang lain tempat dan waktu interview. Hampir semua (keterangan) saksi berkesesuaian terkait interview siang hari, di teras, dan hanya saksi korban yang mengaku beda," tutup dia.



Simak Video "Pendukung Mas Bechi Ricuh di Pengadilan, Serang Kamera Wartawan"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)