JPU dan Penasihat Hukum Mas Bechi 'Silat Lidah' Soal Saksi A De Charge

JPU dan Penasihat Hukum Mas Bechi 'Silat Lidah' Soal Saksi A De Charge

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 08 Sep 2022 23:55 WIB
Pengadilan Negeri Surabaya
Pengadilan Negeri Surabaya (Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Sidang MSAT alias Mas Bechi kembali digelar di PN Surabaya. Hingga sidang kali ini, total sudah ada 16 orang yang dihadirkan dari 40 saksi yang bakal dihadirkan JPU.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tengku Firdaus mengatakan, ketika sidang, pihak penasihat hukum mengajukan permohonan untuk menghadirkan saksi lagi di dalam surat dakwaan. Namun, ia menilai bila para saksi yang mengetahui fakta kejadian sudah mencukupi.

"Kami dari JPU berkesimpulan bahwa untuk saksi fakta cukup, hari ini cukup," kata Firdaus usai sidang di PN Surabaya. Kamis (8/9/2022).

Firdaus mengatakan keterangan saksi kali ini bersesuaian dengan sebelumnya, yakni memperkuat pembuktian. Ia menyebut, ada fakta baru, yakni saksi melihat dan tahu ada korban di lokasi. Namun, ia tak bisa menyampaikan secara detail lantaran masuk dalam pokok materi sidang tertutup.

"Ada permohonan memang dari penasihat hukum (terdakwa) untuk menghadirkan saksi-saksi lagi di dalam surat dakwaan. Tapi, beban pembuktian surat dakwaan ada di penuntut umum (JPU), kami simpulkan saksi-saksi yang mengetahui fakta kejadian sudah cukup," ujarnya.

"Nanti, akan kita ajukan sebagai saksi a de charge dari penasihat hukum, perintah majelis seperti itu, kita akan panggil saksi-saksi yang merasa menguntungkan terdakwa, kita hadirkan dan kita panggil, di berkas ada 3 a de charge, saksi yang meringankan terdakwa diperiksa di penyidik," imbuhnya

Sementara itu, Penasihat Hukum Mas Bechi, Gede protes kepada JPU saat sidang. Menurutnya, sudah 16 dari 40 saksi yang dihadirkan JPU dan disebut memberatkan terdakwa.

Namun, Gede menegaskan, protesnya justru disambut Ketua Majelis Hakim, Sutrisno. Dalam sidang, ia memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi yang ada dalam dakwaan dan berita acara pemeriksaan (BAP).

Protes itu, lanjut Gede, lantaran JPU dianggap menghentikan pengajuan saksi-saksi dari pihaknya. Ia menyatakan, dalam dakwaan kedua, ada 6 orang saksi yang tertulis dalam BAP dan dakwaan, tapi dihadirkan dalam persidangan. Mengingat, dalam dakwaan kedua, JPU menyatakan perihal insiden kedua yang dituduhkan pada Mas Bechi.

"Dalam dakwaan kedua, (saksi) cerita, katanya ada ancaman melalui WA, dibonceng naik motor dan sebagainya. Nah, saksi itu yang tidak dihadirkan, meski disebut (dalam dakwaan)," tuturnya.

Bila tak dihadirkan, Gede menyebut dakwaan JPU fiktif. Artinya, tidak terbukti atau tak pernah ada sebelumnya.

"Majelis hakim mengabulkan agar JPU menghadirkan 6 saksi. Karena disebut (dalam dakwaan), kami minta dihadirkan lewat hakim, agar terang peristiwa itu (pencabulan) ada atau tidak. Alat bukti saksi terlebih yang disebutkan dalam dakwaan menjadi sangat urgent untuk hadir, kecuali JPU sendiri telah menyatakan dakwaannya memang lemah," katanya.

Pada Jumat (8/9/2022) besok, sidang akan menghadirkan 3 ahli. Yakni psikolog, visum, dan pidana.



Simak Video "Penampakan Mas Bechi Tersangka Pencabulan saat Diserahkan ke Jaksa"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)