JPU Sebut 2 Saksi Dihadirkan di Sidang Mas Bechi Dukung Pembuktian dan BAP

JPU Sebut 2 Saksi Dihadirkan di Sidang Mas Bechi Dukung Pembuktian dan BAP

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 05 Sep 2022 22:05 WIB
Mas Bechi jalani sidang di PN Surabaya
Penampakan Mas Bechi. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Sidang perkara dugaan kekerasan seksual di Ponpes Shiddiqiyyah dengan terdakwa Mochamad Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi kembali digelar di PN Surabaya. Kali ini, ada 2 saksi yang dihadirkan oleh JPU dari Kejati Jatim.

Salah satu anggota JPU Ahmad Jaya Muhidin mengatakan pemeriksaan terhadap 2 saksi ini berjalan lancar. Menurutnya keterangan kedua saksi telah mendukung berita acara pemeriksaan (BAP).

Jaya menuturkan, 2 saksi yang dihadirkan oleh JPU tersebut adalah mantan santri di Ponpes Shiddiqiyyah. Jaya menyebutkan bahwa salah satu saksi tersebut masih berkaitan dengan korban.

"Mantan santri 2 saksi ini salah satunya ada hubungannya dengan korban," kata Jaya usai sidang di PN Surabaya, Senin (5/9/2022).

Bila sesuai dengan rencana, Jaya menyebutkan bahwa seharusnya ada 5 saksi yang dihadirkan. Namun, dari 5 saksi yang ada hanya 2 yang datang saat sidang.

Kendati demikian, Jaya mengaku keterangan 2 saksi itu menguatkan BAP. Serta, kata dia, keterangan kedua saksi itu dia sebutkan bersesuaian dengan keterangan saksi lainnya dan pembuktian yang ada.

"Ini mendukung pembuktian, 3 gak hadir belum ada keterangan," ujar Kasipidum Kejari Jombang itu.

Sementara itu, Penasihat Hukum Mas Bechi, yakni I Gede Pasek Suardika mengatakan, dari 2 saksi hari ini 1 diantaranya menerangkan sesuai desas-desus saja. Lalu, saksi mengajak temannya untuk menanyakan korban dan membuat pertemuan di sebuah cafe.

Lalu, untuk 1 saksi lainnya, bersaksi mendengar bukan dari korban langsung. Tapi, cerita tentang korban.

"Ada 2 nama yang disebutkan a dan b, dia lupa yang mana. Dia tidak pernah menanyakan ke korban langsung. Kami minta pada majelis hakim hadirkan saksi-saksi yang disebut dalam dakwaan lebih dulu. Misalnya, di rangkaian itu disebutkan peristiwa kedua, berlangsung dini hari, ada pertemuan di atas 22.00 WIB di Warung Wedang Jahe, hadirkan dong dulu itu benar gak, itu ada di BAP hadirkan dong, JPU bilang ada 5 lagi saksi dari JPU untuk mempercepat (sidang)," tuturnya.

Gede mengungkapkan, dalam hal ini, ada yang terstruktur menyambung antara korban 2 yang masuk interview dan yang 2 saksi sebelumnya saat interview.

"Dalam surat dakwaan ada 2 peristiwa, proses interview tabrakan tempus delicti waktunya, ada 3 waktu (dari 3 saksi), peristiwa yang belum terukur sama sekarang karena gak ada saksi tambahan yang dihadirkan dalam cerita," katanya.



Simak Video "Pendukung Mas Bechi Ricuh di Pengadilan, Serang Kamera Wartawan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)