Tersangka Penganiayaan di Kota Batu Bebas Berkat Restorative Justice

M Bagus Ibrahim - detikJatim
Rabu, 17 Agu 2022 04:02 WIB
kejari kota batu
Tersangka penganiayaan bebas berkat restorative justice (Foto: M Bagus Ibrahim)
Kota Batu -

Seorang pria bernama Dwi Fitakul Nurhuda bisa bernafas lega. Pasalnya, warga Punten, Kota Batu yang menjadi tersangka penganiayaan itu telah dibebaskan setelah meringkuk selama 14 hari di ruang tahanan Kejari Kota Batu.

Pembebasan tersangka dilakukan setelah permohonan Restorative Justice yang diajukan Kejari Kota Batu disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI. Pembebasan dengan Restorative Justice ini menjadi kali pertama di Kejari Kota Batu.

Kajari Kota Batu, Agus Rujito mengatakan pembebasan dengan Restorative Justice ini juga sudah memenuhi persyaratan. Di mana antara tersangka dan korban sudah berdamai, tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana, dan ancaman denda atau pidana yang menjerat tidak lebih dari 5 tahun.

"Berdasarkan unsur-unsur itu, kami mengajukan Restorative Justice dan mendapat persetujuan dari pimpinan. Alhamdulilah perkara yang bersangkutan kita hentikan dan terdakwa dikeluarkan dari penahanan hari ini," ujarnya kepada awak media, Selasa (16/8/2022).

Sebelumnya, Dwi telah melakukan penganiayaan kepada korban Yudi Susanto yang juga merupakan sepupu pelaku karena terbawa emosi. Kejadian bermula pada Rabu (8/6/2022) sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan desa, Dusun Talangrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Waktu itu, Dwi memiliki masalah dengan istrinya. Kemudian saat akan menyelesaikan permasalahan melalui telepon, korban yang ada disamping tersangka menggoda dan membuat Dwi tersulut emosi. Cekcok pun tak terelakkan hingga keduanya hampir berkelahi.

"Sujarwono yang ada di lokasi mencoba melerai perseteruan itu. Korban disuruh meninggalkan rumah orang tua tersangka. Setelah itu, Dwi meminta Sujarwono menghubungi korban untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata Kasi Intel Kejari Kota Batu, Edi Sutomo.

Saat korban dihubungi melalui telepon oleh Sujarwono, malah memberikan respon tidak mengenakkan. Tersangka yang mendengar jawaban korban semakin tersulut emosi.

"Waktu itu, tersangka melihat korban mengendarai sepeda motor. Tersangka yang kala itu masih terbawa emosi langsung mengayunkan sekop ke arah korban. Korban yang mengetahuinya mencoba menghindar tapi tetap terkena di bagian leher dan membuatnya terjatuh," terang Edi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka yang membuatnya harus menjalani operasi dan perawatan medis. Dari situ, tersangka dijatuhi ancaman dengan pasal 351 ayat (1) KUHP.



Simak Video "Jaksa Agung Sebut Restorative Justice Baru Menyasar Masyarakat Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)