Warga Tutup Pengobatan Alternatif di Mojokerto yang Diduga Cabuli Pasiennya

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 19:15 WIB
Warga mencopot banner dan menutup paksa tempat praktik pengobatan alternatif di Mojokerto
Foto: Istimewa
Mojokerto -

Tempat praktik pengobatan alternatif di Desa Jerukseger, Gedeg, Mojokerto ditutup paksa warga setempat. Warga menduga pelaku sekaligus pemilik pengobatan alternatif berinisial DN melakukan pelecehan terhadap 2 pasien perempuan.

Pengobatan alternatif milik DN itu terletak di Dusun Penjalinwakul, Desa Jerukseger. DN baru 3 bulan membuka praktik pengobatan alternatif untuk segala macam penyakit di lokasi itu. Bersama istrinya, pria asal Jawa Tengah itu mengontrak rumah salah seorang warga setempat.

"Pengobatan alternatif ini terapi pijat. Di sini kontraknya setahun, baru ditempati 3 bulan," kata SM (57), warga Dusun Penjalinwakul kepada wartawan di lokasi, Senin (15/8/2022).

SM menjelaskan bahwa DN diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 2 pasien perempuan warga Dusun Penjalinwakul. Kedua pasien itu adalah keluarga SM. Sang Ibu berusia 50 tahun, sedangkan putrinya berusia 29 tahun.

Pelecehan itu diduga dilakukan DN saat melakukan terapi pijat kepada kedua korban. Tak hanya itu, penyakit yang mereka derita tidak mereda meski sudah sebulan lebih menjalani terapi.

"Ibunya ikut terapi pijat, dipijat di dalam kamar. Pintunya ditutup. Anaknya pernah diobati selama 10 hari di kontrakan itu, diinapkan," jelasnya.

Si ibu tersebut lantas mengadukan perbuatan DN kepada suaminya. Sehingga suami korban langsung melaporkan DN ke pemerintah Desa Jerukseger. Isu dukun cabul pun dengan cepat menyebar di Dusun Penjalinwakul pada Minggu (14/8) malam.

Warga beramai-ramai mendatangi tempat praktik DN Minggu (14/8) malam pukul 21.00 WIB. Beruntung pemerintah desa setempat dan polisi berhasil mengamankan DN dan istrinya ke Mapolsek Gedeg dari amuk massa.

Warga yang berang akhirnya menutup paksa pengobatan alternatif itu dengan melepas semua banner yang ada di lokasi.

"Korban lapor ke pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas kalau terjadi pelecehan. Kemudian warga berkumpul di rumah adik saya sebagai korban. Anak-anak muda pada tahu, ikut berkumpul. Kemudian digeruduk sekitar jam 9 malam," ungkap SM.



Simak Video "Kasus Dukun Cabul di Yogyakarta, Polisi Periksa 2 Saksi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)