Saat Sidang Bos SPI Diwarnai Poster 'WANTED'-Penahanan Diperpanjang 60 Hari

Tim detikJatim - detikJatim
Kamis, 11 Agu 2022 05:03 WIB
Poster mirip Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait warnai sidang bos SMA SPI
Poster bertuliskan Wanted warnai persidangan bos SPI (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Sidang kasus kekerasan seksual yang menjerat Bos SMA SPI Kota Batu JE berlanjut di sidang replik. Dalam sidang itu JPU membeberkan alat bukti yang menunjukkan bahwa di dalam perkara ini terdakwa memang bersalah sesuai tuntutan.

"Semua alat bukti sudah kami sampaikan. Alat bukti ada beberapa. Baik saksi ahli, surat, petunjuk, hingga keterangan terdakwa," ujar JPU sekaligus Kasi Pidum Kejari Kota Batu Yogi Sudharsono kepada wartawan di depan Ruang Sidang Cakra, Rabu (10/8/2022).

Yoi berkeyakinan bahwa tuntutan yang diberikan kepada terdakwa JE sudah sesuai dengan bukti-bukti yang dimiliki pihak JPU.

Sidang kali ini diwarnai dengan adanya sejumlah poster yang bertuliskan wanted dan foto mirip dengan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait. Poster tersebut tersebar di halaman Pengadilan Negeri Malang dan tertempel di pohon, tiang listrik, serta tiang telepon.

Dalam poster tersebut, wajah Arist digambarkan dengan matanya yang disensor. Poster-poster itu bertuliskan di antaranya,

Predator Hukum = Pemerkosa Hukum = Pelecehan Seksual

Mengatakan setelah penuntutan langsung putusan. Ini sangat menyesatkan. Seharusnya setelah tuntutan, pembelaan, replik, duplik. Bergelar SH tetapi bicaranya melanggar hukum tidak berdasarkan hukum, menyesatkan masyarakat awam.

Komnas PA versi Arist dianggap ilegal karena tidak ada dasarnya. Orang ini hanya datang supaya viral, apakah tujuannya mencari uang?

Predator hukum ini tidak konsisten dalam perkara JIS (Jakarta International School). Meminta terdakwa dibebaskan dalam perkara ini meminta terdakawa dihukum berat. Apakah ini hanya karena masalah uang??

Ini adalah orang yang tidak ada kerjaan, apakah ada pertanggungjawaban keuangan di organisasimu??.. selidiki orang ini dan organisasinya..

Nginep dihotel mewah pada saat sidang praperadilan sampai di PN Malang. Dari mana uangmu?

Kau pernah membela predator seksual pada saat kasus JIS yang sudah dihukum bersalah.

Kuasa Hukum JE, Jeffry Simatupang mengaku tidak mengetahui ada poster 'Wanted' yang terpasang di halaman PN Malang saat sidang pembacaan replik. Ia pun memastikan jika pihaknya tidak terlibat dalam pemasangan poster tersebut.

"Kami tidak mengetahui apa isi poster itu, siapa yang memasang poster itu, justru kami mengetahuinya dari rekan-rekan wartawan," ujar Jeffry.

Jeffry menebak, poster itu mungkin dipasang oleh seseorang yang bersimpati dan ingin membalas apa yang dilakukan kubu Ketua Komnas PA terhadap terdakwa sebelumnya.

Sementara Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait sendiri memberikan respons santai dengan adanya poster tersebut.

"Ngguyu aku (ketawa aku lihatnya), semakin banyak itu (poster) semakin baik. Kalau bisa sepanjang PN Malang itu kan jalannya lurus ya dipasang saja (poster) supaya saya terkenal," ujar Arist.

Arist pun mengaku tidak merasa marah melihat wajahnya dipampang di poster dengan tulisan 'WANTED' alias Buron. Menurutnya, dengan pemasangan poster itu malah membuat dirinya semakin dikenal oleh masyarakat.

"Saya tidak marah terkait hal tersebut. Gak papa dipasang banyak juga gak masalah. Kalau diambil kesimpulan ini merupakan bentuk kepanikan lawyers karena sudah mendekati putusan dari Majelis Hakim," kata Arist.

Masa penahanan Bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, JE alias Julianto Eka Putro diperpanjang selama 60 hari. Perpanjang itu dilakukan karena persidangan kasus kekerasan seksual yang menjerat terdakwa masih belum selesai.

"Perpanjang dianggap perlu karena perkara terdakwa JE masih disidangkan. Sehingga setelah perpanjangan, JE tetap ditahan di Lapas klas IA Lowokwaru Malang," ujar Kasi Intelijen Kejari Kota Batu Edi Sutomo.



Simak Video "Kak Seto Sebut Komisi yang Dipimpin Arist Merdeka Sirait Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)