Satpol PP Tersangka Jual Barang Sitaan Adukan Kasatpol PP Surabaya ke Kejari

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 10 Agu 2022 23:04 WIB
Kuasa hukum oknum Satpol PP yang menjadi tersangka korupsi barang sitaan.
Kuasa Hukum FE oknum Satpol PP tersangka penjualan barang sitaan. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Perkara penjualan barang sitaan oleh oknum Satpol PP Pemkot Surabaya berinisial FE memasuki babak baru. Tidak sekadar menggertak, FE melalui kuasa hukumnya benar-benar melakukan perlawanan.

Melalui penasihat hukumnya Abdurrahman Saleh, mantan petinggi Satpol PP Surabaya itu mengadukan 9 orang yang diduga turut terlibat dalam kasus penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya kepada Kejari Surabaya. Termasuk di antaranya Kepala Satpol PP Surabaya.

Dalam laporan tertulis untuk Kejari Surabaya itu, Saleh menyebut ada 9 nama yang diadukan kliennya. Seluruhnya diduga memiliki peran dalam kasus yang sedang menjerat FE, kliennya.

"Benar, tadi sudah laporan," kata Saleh usai menyerahkan berkas pelaporan dan pengaduan 9 nama itu ke Kejari Surabaya, Rabu (10/8/2022).

Sayangnya, ia enggan mempertegas lebih detail status jabatan dan nama oknum yang dilaporkan. Ia menyebut, kliennya lah yang lebih mengetahui dan paham dengan siapa saja yang dilaporkan.

"Yang lebih paham beliau (FE). Besok pagi (11/8/2022) rencananya akan diperiksa (Kejari Surabaya)," tuturnya.

Kasatpol PP Surabaya yang saat ini dijabat oleh Eddy Christijanto disebutkan dalam berkas laporan itu diduga mengetahui dan membiarkan praktik penjualan barang sitaan tersebut.

Tidak hanya itu, FE melalui kuasa hukumnya juga menyebutkan, Kasatpol PP Surabaya juga diduga mengetahui adanya aliran uang ratusan juta rupiah berkaitan kasus itu kepada sejumlah oknum.

"(Kastapol PP) diduga mengetahui dan membiarkan barang sitaan serta peristiwa pidana yang disangkakan saudara FE. Diduga mengetahui penerimaan uang Rp 300 juta yang diduga diterima oleh SN, SY, YY, dan SL," demikian sebut FE melalui kuasa hukumnya dalam surat aduan kepada Kejari yang didapat detikJatim.

Pada poin selanjutnya, berkas laporan ke Kejari Surabaya yang diterima itu juga melaporkan nama-nama yang disebut sebelumnya, yakni SN, SY, YY, dan SL sebagai penjual barang sitaan itu kepada pembeli. Mereka diduga menerima sejumlah uang yakni Rp 500 juta dan Rp 300 juta.

Selanjutnya, disebutkan dalam berkas laporan itu ada 2 anggota Satpol PP lain yang turut diadukan. Yakni AB dan PR yang merupakan Petugas Satpol PP Tanjungsari yang diduga membiarkan dan mendiamkan penjualan barang sitaan Satpol PP Kota Surabaya tersebut.

Lainnya, disebutkan pula nama Bapak 'IR'. Bapak IR ini diduga sempat dimintai tolong oleh seseorang yang disebut Kabidtribunmas untuk memfasilitasi pertemuan dengan SN, SY, YY, dan SL dan sempat menengahi permasalahan tersebut.

Terakhir, dalam surat itu FE melalui kuasa hukumnya juga meminta Kejari untuk memeriksa pembeli barang-barang hasil sitaan Satpol PP Surabaya tersebut dan mempertimbangkan pengembangan kasus itu.

FE meminta Kejari Surabaya juga memeriksa seluruh nama yang telah disebutkan dalam surat pengaduan itu. Bila memang terbukti, ia ingin semua orang dan oknum tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sedang menjeratnya.

Sementara, dikonfirmasi mengenai namanya yang turut dicatut dalam kasus penjualan barang sitaan dan dianggap mengetahui tapi membiarkan oleh FE, Kasatpol PP Eddy Christijanto menjawab singkat.

"Kami hormati proses hukum yang dilakukan Kejaksaan," ujarnya kepada detikJatim, Rabu (10/8/2022) malam.

Sebelumnya, kasus penjualan barang sitaan yang menjerat FE ini mencuat usai Eddy selaku Kasatpol PP melaporkan FE terkait dugaan penjualan barang sitaan.



Simak Video "Momen Satpol PP Surabaya Segel 3 Outlet Holywings"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)