Polisi Sebut Sebelum Lahiran Normal Ibu di Jombang Memang Minta Caesar

Polisi Sebut Sebelum Lahiran Normal Ibu di Jombang Memang Minta Caesar

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 08 Agu 2022 20:51 WIB
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Polisi mengantongi sejumlah fakta setelah memeriksa 11 saksi dalam kasus Rohma Roudotul Jannah (29) yang dipaksa melahirkan normal di RSUD Jombang berujung bayinya meninggal. Salah satunya tentang permintaan operasi caesar dari pihak korban kepada tim medis RSUD Jombang.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjelaskan bahwa Rohma memang benar dirujuk dari Puskesmas Sumobito ke RSUD Jombang pada Kamis (28/7) pagi. Rujukan dari puskesmas hanya menjelaskan kondisi klinis pasien, tidak menyebut rekomendasi operasi caesar.

Sampai di RSUD Jombang, Rohma ditempatkan di ruangan kelas 3. Karena perempuan asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito ini menggunakan BPJS kelas 3 yang iurannya ditanggung pemerintah. Menurut keterangan dokter, saat itu pembukaan jalan lahir pada rahim Rohma terus berjalan.

"Kemudian diambil tindakan vakum. Setelah vakum ada hambatan itu (distosia bahu). Saat divakum hanya keluar kepala bayi," ujar Giadi kepada detikJatim, Senin (8/8/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan 11 saksi, ujar Giadi, pihaknya juga mendapat fakta adanya permintaan operasi caesar dari Rohma kepada tim medis yang menangani pasien selama proses persalinan di RSUD Jombang.

"Permintaan atau pernyataan atau pertanyaan operasi caesar dari pasien dan suaminya secara lisan yang jelas ada. 'Kenapa tidak di-caesar? Saya minta di-caesar saja'," kata Giadi sembari menirukan ucapan pihak korban.

Rohma menjalani persalinan normal di RSUD Jombang pada Kamis (28/7). Ia sempat beberapa kali meminta agar dioperasi caesar ke petugas medis yang menangani. Karena sejak awal Rohma merasa tidak mampu melahirkan secara normal.

Namun, tim medis RSUD Jombang tidak mengabulkan permintaan Rohma. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan di rumah sakit menunjukkan bahwa dirinya dalam kondisi baik. Posisi kepala janin sudah di pangkal pinggul. Selain itu, pembukaan jalan lahirnya juga lancar.

Dokter spesialis kandungan yang menangani saat itu menilai Rohma justru berisiko mengalami pendarahan jika menjalani operasi caesar. Karena ketika itu ia mengalami preeklamsia yang salah satunya ditandai dengan tekanan darah tinggi 140/90.

Kekhawatiran Rohma pun terjadi karena persalinan normal tidak berjalan lancar. Sehingga tim medis RSUD Jombang menggunakan alat vakum untuk menyedot bayi. Namun, saat itu hanya kepala bayi yang bisa lahir. Sedangkan bahu bayi tersangkut atau mengalami distosia bahu sehingga tubuh bayi tidak bisa keluar.

Bayi perempuan yang dikandung Rohma selama 9 bulan akhirnya meninggal saat tim dokter spesialis kandungan berupaya menangani distosia bahu. Tim dokter terpaksa memisahkan kepala dari tubuh bayi untuk menyelamatkan Rohma. Selanjutnya, tubuh bayi dikeluarkan melalui operasi caesar.

Kasus persalinan Rohma yang berujung kematian bayi tersebut diselidiki Satreskrim Polres Jombang sejak Selasa (2/8). Polisi menindaklanjuti laporan suami Rohma, Yopi pada Senin (1/8) sore.



Simak Video "Akhir Pelarian Ayah di Jombang Usai Tabrak Lari Anak Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)