Vonis Banding Perberat Hukuman Bripda Randy Jadi 5 Tahun Penjara

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 14 Jul 2022 19:43 WIB
bripda randy
Bripda Randy saat menjalani persidangan (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Jaksa penuntut umum (JPU) dan tim kuasa hukum Bripda Randy Bagus Hari Sasongko (22) kompak mengajukan banding terhadap vonis majelis hakim PN Mojokerto. Pada tahap banding, majelis hakim memperberat hukuman bagi anggota polisi nonaktif itu menjadi 5 tahun penjara.

Banding perkara aborsi kandungan Novia Widyasari Rahayu (23) dengan terdakwa Bripda Randy diadili majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang dipimpin F Willem Saija, serta hakim anggota Karel Tuppu dan Retno Pudyaningtyas. Vonis banding nomor 519/PID/2022/PT SBY diputuskan pada 17 Juni 2022.

Putusan banding tersebut menguatkan vonis PN Mojokerto nomor 46/Pid.B/2022/PN.Mjk tanggal 28 April 2022. Yaitu menyatakan Bripda Randy terbukti bersalah melakukan tindak pidana pasal 348 ayat (1) KUHP.

Selain itu, majelis hakim PT Surabaya juga memperberat pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Mojokerto terhadap Bripda Randy. Yaitu dari 2 tahun menjadi 5 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'dengan sengaja menyebabkan gugurnya kandungan seorang perempuan dengan persetujuan perempuan itu' sebagaimana dalam dakwaan kesatu penuntut umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko dengan pidana penjara selama 5 tahun," isi putusan banding yang dikutip detikJatim.

Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko membenarkan adanya putusan banding tersebut. Pihaknya menerima pemberitahuan putusan banding dari PT Surabaya pada 28 Juni 2022.

"Dalam putusan banding tersebut, majelis hakim PT Surabaya memvonis terdakwa Randy Bagus Hari Sasongko dengan pidana penjara selama 5 tahun, lebih berat dari vonis PN Mojokerto," terangnya kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).



Simak Video "Vonis 2 Tahun Bui untuk Bripda Randy di Kasus Aborsi Novia Widyasari"
[Gambas:Video 20detik]