Sempat 2 Kali Dibanting Ibu, Bayi di Surabaya Tewas Akibat Pembuluh Darah Pecah

Deny Prasetyo Utomo - detikJatim
Minggu, 26 Jun 2022 18:41 WIB
Eka Sari Yuni Hartini (25) tersangka penganiaya bayinya di Surabaya
Eka Sari Yuni Hartini (25) penganiaya bayinya hingga tewas di Surabaya(Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Jakarta -

ADO, bayi berusia 5 tahun di Siwalankerto Tengah Gang Anggur Surabaya tewas dianiaya ibunya sendiri. Tersangka yakni Eka Sari Yuni Hartini (25). ibu kandungnya sendiri.

Kapolsek Wonocolo Kompol Kompol Roycke Hendrik Fransisco mengatakan korban tewas setelah dilemparkan (dibanting) hingga dua kali ke kasur. Akibatnya korban mengalami pecah pembuluh darah.

"Di bagian kepala belakang korban keluar cairan. Dari hasil dari penyelidikan tim inafis cairan itu merupakan akibat benturan di mana ada penggumpalan darah dan mengakibatkan cairan ada pemecahan pembuluh darah," jelas Roycke, Minggu (26/6/2022).

Usai dilemparkan dua kali, lanjut, Roycke, korban kemudian langsung terdiam. Belum puas, tersangka kemudian membalikkan badan korban dan memukul di bagian punggung dengan tangan kosong.

"Korban terdiam tidak menangis dan membalikkan tubuh korban dalam keadaan telungkup kemudian memukul dengan telapak tangan," ujar Roycke.

Terungkapnya temuan jenazah ini bermula dari ESB (46) yang keluar rumah pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Ia lantas bertemu dengan tetangganya.

Kepada tetangganya itulah ESB menceritakan bahwa di rumahnya, cucunya yang baru berusia 5 bulan telah meninggal. Mengetahui hal itu Adam segera menghubungi Polsek Wonocolo.

Kepolisian setempat bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya sudah melakukan olah TKP dan melakukan sterilisasi rumah tersebut dengan memasang garis polisi.



Simak Video "Busa Setinggi 2 Meter Muncul di Sungai Mulyorejo, Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)