Oknum Satpol PP Jual Barang Hasil Penertiban, Walkot Eri: Melanggar Akidah

Deny Prasetyo Utomo - detikJatim
Minggu, 05 Jun 2022 18:39 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Wali Kota Eri Cahyadi angkat bicara terkait petinggi Satpol PP Surabaya diduga menjual barang hasil penertiban. Eri meminta polisi dan inspektorat mengusut tuntas kasus tersebut.

"Terkait Satpol PP yang dikabarkan, saya sudah sampaikan ada laporan dari Kepala Satpol PP ke polrestabes," kata Eri kepada wartawan, Minggu (5/6/2022).

Eri kemudian menyebut jika kasus tersebut terbukti, maka oknum tersebut telah melanggar hukum tapi juga akidah agama. Untuk itu, ia meminta polisi dan inspektorat tak ragu memberikan sanksi tegas.

"Dan saya sudah menyampaikan ini sudah melanggar aqidah agama, kalau ini betul. Sehingga proses itu harus berjalan. Selain proses pidana, proses inspektorat terkait dengan kepegawaian, kedisiplinan juga di jalankan dan ini harus berjalan tidak boleh berhenti," tegas Eri.

Eri menilai perilaku oknum petinggi tersebut sangat tidak patut dicontoh. Padahal selama ini, Pemkot Surabaya telah berjuang untuk kepentingan masyarakat.

"Karena apa, pemerintah hari ini berjuang habis-habisan hanya untuk satu. Untuk kepentingan umat membahagiakan kebangkitan perekonomian. Kalau kita sudah menjadi contoh yang tidak bagus, bagaimana masyarakat kita ini bisa menjadi baik kalau pemerintahnya bagian dari pemerintah, oknum ini memberikan contoh yang tidak baik," kata Eri.

"Dan seharusnya berkorban untuk kepentingan umat malah untuk kepentingan diri sendiri. Sehingga pemeriksaan ini terus berjalan baik melalui inspektorat maupun pidananya di polrestabes, Sehingga ini memberi pelajaran," tandas Eri.

Sebelumnya, petinggi Satpol PP Surabaya diduga menjual barang hasil penertiban. Barang yang dijual adalah yang ada di gudang penyimpanan hasil penertiban di Jalan Tanjung Sari Baru 11-15, Sukomanunggal, Surabaya.

Tindakan oknum petinggi itu tentunya tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jika dirupiahkan, hasil barang penertiban yang dijual bisa senilai ratusan juta rupiah.

Kasus ini diungkap oleh salah satu perwakilan Komunitas Peduli Surabaya Julianto karena merasa hal ini sudah menjadi rahasia umum di lingkungan pemkot. Julianto mengaku komunitasnya sudah memantau gudang Satpol PP Surabaya.



Simak Video "Momen Satpol PP Surabaya Segel 3 Outlet Holywings"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)