Polisi Tak Selidiki Gesekan Massa PSHT-PSHW di Kota Madiun

Sugeng Harianto - detikJatim
Selasa, 24 Mei 2022 20:17 WIB
Bentrok pesilat di Kota Madiun
Foto: (Foto: Tangkapan layar)
Kota Madiun -

Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) terlibat perang batu di Jalan Candi Sewu Depan Pabrik Kereta PT INKA, Kota Madiun pada Minggu (22/5) sore. Polisi yang menyatakan ada korban luka akibat gesekan itu tidak melakukan penyelidikan.

"Gak jadi (penyelidikan)," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun kota AKP Tatar Hernawan saat dimintai konfirmasi detikJatim, Selasa (24/5/2022).

Tidak adanya penyelidikan tersebut, kata Tatar, karena korban tidak jadi melapor ke Satreskrim Polres Madiun Kota. Satreskrim Polres Madiun Kota mengaku bisa melakukan penyelidikan jika ada laporan dari korban.

"Kami masih menunggu laporan dari korban yang katanya satu terluka. Kalau belum ada laporan kami belum bisa memanggil saksi untuk penyelidikan," kata Tatar.

Tatar menambahkan korban tidak melapor ke polisi karena menganggap kesalahpahaman. "Dianggap kesalahpahaman. Sementara begitu," tandas Tatar.

Sebelumnya, gesekan antarpesilat terjadi di Kota Madiun. Aksi ini terekam kamera handphone dan viral di aplikasi percakapan. Kedua perguruan silat itu terlibat perang batu.

Ada dua video beredar berdurasi 10 detik dan 26 detik. Dalam kedua video, tampak massa berpakaian hitam-hitam berlarian. Tak hanya itu, kedua massa juga saling mengumpat dan melempar batu.

Diketahui, aksi onar dua perguruan pesilat PSHT dengan PSHW ini sudah terjadi dua kali dalam seminggu. Pertama yakni Minggu (15/5) dan Minggu (22/5). Pemicunya, hanya saling ejek dan bleyer motor.

Bahkan, aksi lempar batu yang terjadi pada pekan lalu mengakibatkan satu rumah warga terkena lemparan. Lempar batu terjadi saat massa PSHT pulang dari halalbihalal di lapangan Rejomulyo.



Simak Video "Kasat Lantas Madiun Kota Cekcok dengan Wartawan Gegara Istri Tersenggol"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)