Terungkap! Ini Motif Sekelompok Orang Tenteng Celurit dan Senpi di Sampang

Kamaluddin - detikJatim
Kamis, 19 Mei 2022 12:45 WIB
Viral orang bawa celurit dan senpi di Sampang
Senpi yang digunakan sekelompok orang di Sampang (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Sampang -

Viral video sekelompok orang menenteng celurit dan senjata api (senpi) di Sampang. Video ini sempat menggegerkan masyarakat. Kini, motif sekelompok orang menenteng benda berbahaya tersebut akhirnya terungkap.

Diketahui, kejadian ini berlangsung di Desa Nyeloh, Kedungdung, Sampang. Warga akhirnya buka suara terkait beredarnya video viral di desanya.

Mantan Kepala Desa Nyeloh, Samhuji (40) membenarkan video tersebut terjadi di desanya. Kejadian ini berawal karena persoalan tanah warisan. Samhuji mengatakan peristiwa berlangsung dua hari usai Lebaran Idul Fitri yakni pada Kamis (5/5/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

Samhuji menuturkan sekelompok orang tersebut mendatangi rumah warganya. Mereka juga mendatanginya dan menanyakan masalah tanah.

"Jadi masalah yang sebenarnya itu adalah masalah tanah sebanyak 5 bidang yang sempat dipertanyakan kelompok tersebut pada saya selaku kepala desa waktu itu," kata Samhuji kepada detikJatim, Kamis (19/5/2022).

Tanah tersebut, merupakan tanah atas nama orang tua pria berinisial HA. Kini, tanah itu sudah disertifikatkan dengan nama ahli waris yakni HA. Kelompok yang membawa sajam dan senpi ini mempertanyakan kepemilikian tanah yang diklaim sebagai miliknya.

"Selama saya menjabat pada 2017 hingga 2021 dan sesuai pepel (bukti bayar pajak) dan dokumen sebelumnya tanah tersebut atas nama orang tua (HA). Baru pada tahun 2018 melalui program sertifikat, tanah tersebut disertifikatkan atas nama kepada ahli waris yakni (HA) dan saudaranya," paparnya.

"Kalaupun ada dokumen lain sebelum orang tua (HA) saya tidak tau persoalannya karena saya belum jadi kepala desa," imbuh Samhuji.

Pihak desa pun sudah memberikan saran kepada keduanya untuk bermusyawarah dan bertemu menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Bahkan jika terjadi selisih pendapat maupun data terkait tanah, kedua pihak diminta melayangkan gugatan ke pengadilan sehingga memiliki kekuatan hukum tetap.

"Saya sarankan untuk menggugat di pengadilan, namun pihak kelompok penyerang bersikukuh tanah tersebut miliknya sesuai surat yang lama, sedangkan (HA) tidak mau menggugat ke pengadilan karena dirinya sudah bertahun-tahun membayar pajak dan mengelola atas tanah tersebut," lanjutnya.

Kedua pihak pun sama-sama ngotot dan enggan melangkah ke jalur hukum.

Sedangkan pihak penyerang tetap mengklaim tanah warisannya telah dirampas dan dikuasai oleh HA, sehingga mereka datang bersama rombongan dengan membawa sajam dan senpi.

"Mungkin kelompok itu termakan isu sehingga datang bergerombol dengan membawa celurit dan pistol seolah ingin menunjukkan kekuatannya. Tidak ada korban luka saat itu tapi salah satu dari keluarga (HA) sampai sekarang ada yang masih stroke karena ketakutan," pungkasnya.

Sebelumnya, dua video menunjukkan sekelompok orang membawa senjata tajam jenis celurit dan salah satu dari mereka juga membawa senpi viral di media sosial.

Video berdurasi 5 detik memperlihatkan sekelompok orang mendatangi rumah warga sembari menenteng celurit di tangan kanan dan senpi di tangan kiri. Salah satu orang menggertak dan menyebut nama orang yang sedang mereka cari.

Sementara di video lainnya yang berdurasi 20 detik terlihat orang yang sama berjalan dengan sekelompok orang menenteng celurit di jalan umum. Di belakang mereka tampak sejumlah warga sedang sibuk membakar ranting di tengah tanah lapang.



Simak Video "Aksi Polantas Malang Bantu Ibu Hamil Muda Sesak Napas"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)