Saat Debt Collector Bawa Kabur Mobil Dinas Bupati Bojonegoro

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 11:31 WIB
Mobil dinas Bupati Bojonegoro
Mobil dinas Bupati Bojonegoro (Foto: Dok. Polres Bojonegoro)
Bojonegoro -

Mobil Dinas Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah dibawa kabur seorang pria yang mengaku montir, Kamis (21/4/2022). Ternyata, pria tersebut merupakan seorang debt collector.

Mobil tersebut sudah ditemukan. Data yang dihimpun detikJatim, mobil dinas Mitsubishi Pajero nopol S 1170 BS warna putih ini dicuri sekitar pukul 11.00 WIB dari garasi Pemkab Bojonegoro.

Usai mobilnya hilang, pihak Pemkab Bojonegoro kemudian melaporkan ke polisi. Mendapat laporan ini Satreskrim Polres Bojonegoro kemudian melakukan pelacakan dan pencarian.

Tak butuh waktu lama, mobil tersebut kemudian ditemukan di simpang empat Kartoyono, Ngawi. Tak hanya itu, pelaku yang mengaku sebagai montir juga turut diamankan.

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mobil dinas bupati telah dibawa kabur. Ia juga menyebut bahwa mobil tersebut telah ditemukan bersama pelakunya.

"Ya, dibawa kabur orang, alhamdulillah sudah kita amankan pelaku dan mobilnya. Saat ini masih dimintai keterangan oleh rekan-rekan Reskrim. Diamankan di perempatan lampu merah masuk Wilayah Ngawi," ujar Muhammad, Kamis ( 21/4/2022).

Saat ditemukan, pelat nomor mobil sudah diganti. "Informasinya tadi gitu, pelatnya sudah diganti. Namun kami belum tahu detail kapan dan di mana gantinya. Masih diperiksa dan dikembangkan oleh teman-teman anggota ya," jelas Muhammad.

Polisi pun menetapkan pria pembawa kabur mobil dinas Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah sebagai tersangka. Tersangka adalah Firmansyah (24) warga Jalan Dewi Sartika Bojonegoro.

"Untuk awal ini, kita amankan satu pelaku inisial F, yang tak lain pengemudi," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad, Jumat (22/4/2022).

Menurut Muhammad, penetapan tersangka itu berdasarkan penyidikan dan bukti-bukti yang dilakukan. Sebab apa yang dilakukan pelaku telah masuk katergori ke pencurian. Mobil yang dibawa kabur pelaku akhirnya dapat ditemukan petugas di Ngawi.

"Karena dari hasil rekaman CCTV di pemkab hingga saat mobil dinas ini bisa diamankan di perbatasan Ngawi, pelaku F ini yang menguasai mobil. Dan ini termasuk pencurian biasa karena dilakukan siang hari," jelasnya.

Muhammad menjelaskan saat ditangkap di Ngawi, pelaku tidak sendirian. Sebab di dalam mobil ada dua orang lainnya, yakni seorang wanita muda dan orang tua pelaku yang rencananya akan pergi ke Bekasi.

"Saat diamankan ternyata tidak hanya sopir, namun ada wanita muda dan orang tuanya yang hendak diajak pergi ke Bekasi." tutur Muhammad.

"Iya memang sempat nyebut nama dua orang, itu masih kita kembangkan. Tetapi yang pasti dari alat bukti mulai kostum bengkel hingga saat mengambil kunci di dalam garasi rumah dinas bupati, hanya satu orang ini yang terekam CCTV," tutur Muhammad.

Saat pencurian, pelaku berhasil masuk ke garasi rumah dinas bupati. Di garasi itu, pelaku kemudian mengaku ke staf merupakan montir yang disuruh untuk memperbaiki mobil dinas. Staf itu tak langsung percaya dan mengecek jadwal di bagian umum.

"Pelaku mengatakan kepada staf bupati bahwa ada perintah untuk melakukan servis kendaraan, kemudian dari pegawai itu menghubungi pihak bagian umum Pemkab Bojonegoro dan mengatakan tidak ada jadwal perawatan," tutur Muhammad, Jumat (22/4/2022).

Staf itu kemudian diberi tahu bagian umum bahwa tak ada jadwal perbaikan atau perawatan mobil dinas. Mengetahui itu, staf tersebut kemudian menolak pelaku untuk perbaikan.

Namun saat staf tersebut balik ke dalam rumah, pelaku mengambil kunci mobil yang tersimpan di laci garasi. Mobil dinas warna putih itu lalu dibawa kabur pelaku.

Setelah berhasil membawa kabur, lanjut Muhammad, mobil sempat dibawa pulang pelaku ke rumahnya di jalan Dewi Sartika. Tujuannya yakni mengganti pelat nomor palsu yakni B 1323 WZV.

Usai mengganti pelat mobil pelaku kemudian berencana kabur ke Bekasi. Ia tidak sendiri namun bersama dua orang lainnya yakni orang tuanya dan seorang wanita muda. Mobil dan pelaku kemudian berhasil dicegat dan ditangkap di sekitar Ngawi.

Polisi menyebut pelaku nekat membawa kabur mobil karena ingin memilikinya. "Sementara tidak ada motif lain, jadi murni pencurian ya. Karena pelaku ingin memiliki kendaraan," beber Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Girindra Wardana kepada detikJatim, Jumat (22/4/2022).

Menurut Girindra, usai berhasil membawa kabur mobil dinas, pelaku diketahui akan mempergunakan menjemput kakaknya di Bekasi. Itu kenapa orang tua pelaku juga diajak.

"Setelah mendapatkan mobil tersebut, langsung dibawa untuk ke Bekasi untuk jemput kakaknya," imbuhnya.

Sehari-hari pelaku bekerja sebagai debt collector. Ini didasarkan dari keterangan pelaku. "Saat kami periksa, pelaku mengaku sebagai debt colector yang biasa mengurusi mobil bermasalah," ujar Girindra.

Sementara itu, keamanan di kantor Pemkab Bojonegoro akan dievaluasi setelah mobil dinas bupati sempat dibawa kabur pencuri. Evaluasi akan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Tadi saya sudah dapat informasi juga, OPD Pemkab akan rapat untuk evaluasi pasca-kejadian ini," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad, Jumat (22/4/2022).

Tak hanya itu, lanjut Muhammad, sejumlah orang di lingkungan pemkab juga akan diperiksa. Ini untuk mengembangkan dugaan adanya keterlibatan pihak lain. Sebab, pelaku saat pemeriksaan awal menyebut dua nama orang pemkab.

"Pelaku yang nyuri sudah tertangkap. Untuk saksi lain masih terus kita kembangkan. Sudah tak minta Pak Kasat Reskrim untuk perdalam keterangan pelaku juga," terangnya.

Sementara itu, pasca-peristiwa pencurian mobil dinas bupati, situasi di kantor pemkab biasa saja. Tak ada pemeriksaan di pos pemeriksaan di pos Satpol PP terhadap orang yang keluar masuk.



Simak Video "Terekam CCTV! Detik-detik Mobil Dinas Kepala Keamanan Lapas Pekanbaru Dibakar"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)