Terungkapnya Teka-teki Pembunuhan Dokter Muda UB

Tim detikJatim - detikJatim
Sabtu, 23 Apr 2022 10:55 WIB
pembunuhan di pasuruan
Pelaku pembunuhan dokter muda UB (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikJatim)
Surabaya -

Teka-teki pembunuhan dokter muda asal Universitas Brawijaya (UB) Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (26) akhirnya terungkap. Pelaku yang tak lain merupakan ayah tiri kekasih Bagus, melakukan aksinya karena cemburu.

Tersangka adalah Ziath Ibrahim Bal Biyd (38), warga Desa Sukoharjo, Klojen Kota Malang. Ziath cemburu dengan hubungan Bagus dan anak tirinya. Bahkan, sebenarnya Ziath ingin menikahi anak tirinya.

Peristiwa ini berawal dari temuan mayat yang membusuk di pekarangan Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kanit Reskrim Polsek Purwodadi Aipda Daikhil Akbar mengatakan mayat korban ditemukan Sunarti (57) warga setempat dalam keadaan telentang di semak-semak pekarangan pinggir jalan. Saat itu, Sunarti hendak membuang kucing di lokasi, Selasa (12/4/2022) pukul 08.30 WIB.

"Saksi Sunarti mencium bau yang menyengat, akhirnya sama saksi dicari asal bau tersebut, kemudian saksi melihat sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki terlentang," kata Daikhil Akbar.

Sunarti kemudian menyampaikan penemuannya tersebut kepada ketua RT Sujono. Sujono langsung melaporkannya ke Polsek Purwodadi. Mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya itu diketahui keluar dari rumah sejak lima hari lalu.

"Menurut keterangan ayah korban, korban pada hari Kamis 7 April 2022 keluar rumah bersama pacarnya," ujar Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, Selasa (12/4/2022).

Setelah beberapa hari tak kembali ke rumah, orang tua korban mencoba mencari, namun hasilnya nihil. Orang tua korban juga tidak mengetahui alamat pacar anaknya tersebut.

"Keluarga korban juga sudah melaporkan ke Polres Tulungagung terkait anaknya yang belum pulang sejak hari Kamis hingga ditemukan tadi pagi meninggal dunia," jelas Adhi.

Polisi memastikan Bagus merupakan korban pembunuhan. Hasil otopsi menjelaskan penyebab kematian korban karena kekerasan benda tumpul di bagian dada.

"Pembunuhan. Hasil autopsi penyebab kematian karena terdapat penggumpalan di dada akibat kekerasan benda tumpul sehingga paru-parunya mengempis," kata Adhi.

Kekerasan benda tumpul itu diduga karena injakan di dada korban. "Kata dokter diduga dadanya diinjak," imbuh Adhi.

Pembunuh dokter muda ini dipastikan ayah tiri kekasihnya. Tersangka diamankan oleh Subdit III Jatanras Polda Jatim pada Jumat (15/4) di rumah tersangka di Kota Malang.

"Dari proses penyelidikan ini terungkap bahwa korban adalah korban pembunuhan. Untuk saat ini pelaku masih tunggal. ZI ini memiliki hubungan kenal dengan korban karena korban adalah pacar dari anak tiri ZI," ungkap Wadir Krimum Polda Jatim AKBP Ronald Purba saat rilis di Polda Jatim, Senin (16/4/2022).

Awalnya, tersangka memancing korban untuk bertemu. Mereka kemudian naik mobil berdua. Di dalam mobil, mereka cekcok untuk kemudian tersangka mengancam pelaku dengan menodongkan pistol yang ternyata mainan.

"Modusnya adalah mengajak ketemu di daerah Malang. Setelah itu dilakukan pembunuhan tersebut di dalam mobil korban. Dibunuh dengan cara membekap, menutup dengan plastik sehingga tidak bisa bernafas kemudian menekan dadanya (korban) dengan lutut di jok," ungkap Ronald.

Setelah korban dihabisi, kata Ronald, tersangka lalu berputar-putar dari Malang kemudian sampai di lokasi kejadian di Purwodadi, Pasuruan dan membuang tubuh dokter muda itu di semak-semak. Pembunuhan itu sendiri terjadi pada Kamis (7/4).

"Korban dibuang di daerah Pasuruan tujuannya untuk mengaburkan proses pidana itu sendiri. Di mana kita ketahui korban tidak ada identitas pada saat itu," ujar Ronald.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan motif di balik kasus pembunuhan dokter muda ini adalah ekonomi dan cemburu. Tersangka ingin menguasai harta korban dan tersangka ternyata juga menaruh hati terhadap anak tirinya sendiri.

"Karena dia cemburu, karena dia (tersangka) menaruh hati pada putrinya (tiri). Dan juga karena kesusahan ekonomi, sehingga dia melakukan itu (pembunuhan)," ujar Lintar dalam rilis di Polda Jatim, Senin (18/4/2022).

"Motif yang lain sampai saat ini yang kita temukan adalah tersangka memiliki rasa suka terhadap anak tirinya. Itu yang bisa kami temukan," kata Lintar.

Berdasarkan hasil penyelidikan terungkap jika tersangka saking cintanya kepada anak tirinya, ia sempat membicarakan niatnya untuk menikahi anak tirinya itu. Namun oleh saksi yang dimintai keterangan oleh polisi, niat tersangka itu dilarangnya.

"Itu dia (tersangka) sampaikan kepada saksi, sekira 3-4 bulan lalu. Ada keinginan untuk menikahi putrinya sendiri, tapi sama saksi dilarang. (Motif) sementara cemburu sama ekonomi," kata Lintar.

Sayangnya Lintar tak bercerita berawal dari mana rasa cinta tersangka kepada anak tirinya tersebut. Yang pasti, motif itu membuat nyawa Bagus melayang.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu pisau, satu martil, satu motor milik tersangka, dan mobil milik korban. Atas perbuatan tersangka dijerat Pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP subsider ayat 3 KUHP tentang tindak pembunuhan berencana.

"Ancaman (hukuman) maksimal 20 tahun penjara," tandas Ronald.



Simak Video "Terkuak! Dokter Muda UB Tewas di Tangan Ayah Tiri Kekasihnya"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/dte)