Penyelundupan Burung Langka dari Banjarmasin Digagalkan, 2 Orang Diamankan

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Selasa, 12 Apr 2022 18:23 WIB
Dirpolairud dan Kabid Humas Polda Jatim menunjukkan sejumlah foto satwa yang diamankan dari 2 pelaku penyelundupan burung langka.
Dirpolairud Polda Jatim ditemani Kabid Humas Polda Jatim saat press release (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Ditpolairud Polda Jatim menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi di Surabaya. Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua pelaku.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Puji Hendro Wibowo mengatakan ada sejumlah burung langka dan dilindungi yang bakal diselundupkan. Puji menyebut dua pelaku ini yakni AFM (24), asal Tambak Mayor, Surabaya dan J (33) warga Banjar, Kalimantan Selatan.

"Satwa tersebut adalah jenis burung yang dilindungi dari Banjarmasin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata Puji, Selasa (12/4/2022).

Puji menjelaskan, satwa tersebut tidak dilengkapi perizinan atau dokumen sah. Begitu juga dengan transaksi yang dilakukan 2 pelaku.

Penangkapan itu bermula pada Jumat (25/3) sore sekitar pukul 16.00 WIB, para personel Intel Air Unit 1 menerima informasi terkait pengangkutan burung langka yang bakal dibawa menggunakan truk. Saat dikroscek, rupanya burung ini akan diantar melalui jalur laut dengan KM Dharma Rucitra I dari Banjarmasin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sesampainya di Kota Pahlawan, petugas menindaklanjuti informasi tersebut. Ketika bersandar, petugas langsung melakukan pemeriksaan muatan truk dan terus memantau penumpang yang mencurigakan.

"Pada hari itu juga, anggota kami langsung menangkap pelaku penyelundupan dan perdagangan satwa jenis burung yang dilindungi tersebut saat akan melakukan transaksi jual beli hasil selundupan di sebuah pasar burung di Surabaya," ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita sejumlah burung yang dilindungi tersebut. Mulai dari seekor cililin atau tangkar ongklet, 5 ekor cucak hijau, 2 ekor cucak daun kecil, 2 cucak gadung, hingga 1 cucak daun sayap biru. Seluruh satwa yang disita itu langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sementara itu, kedua pelaku dikenakan Pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) huruf a dan c Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Pasal 88 huruf a Juncto pasal 35 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.



Simak Video "Polri Periksa Ulang 5 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Pekan Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(hil/iwd)